Topikterkini.com-Jeneponto- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) kabupaten Jeneponto lakukan pendampingan terhadap korban dugaan pemerkosaan anak dibawah umur yang terjadi di Desa Jenetallasa, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto.
Hal itu dikonfirmasi oleh Kepala DP3A Jeneponto, Dr. Farida, SP, M.Si., melalui Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Nurlaelah Syar, S.Sos, MM., saat ditemui Topikterkini.com di kantornya, Rabu (5/2/2025) pagi.
“Kami sudah terima surat dari Polres Jeneponto, InsyaAllah kami akan lakukan pendampingan selasa (11/2/2025) depan,” kata Nurlaelah Syar.
Ia menjelaskan, selama ini DP3A selalu lakukan pendampingan terhadap Anak Berhubungan dengan Hukum (ABH).
“Kami akan dampingi korban untuk visum dan pemeriksaan mental oleh Psikiater di DP3A Provinsi,” tambah Nurlaelah Syar.
Saat ini, kata Kabid PPA, pihak DP3A Jeneponto berkoordinasi dengan aparat Kepolisian terkait dugaan kasus Pemerkosaan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Kanit PPA Satreskrim Polres Jeneponto, IPTU Pamili, membenarkan terkait penahanan terduga pelaku berinisial “Y” yang diduga telah merudapaksa anak dibawah umur yang terjadi di Desa Jenetallasa, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, pada Selasa (28/1/2025) dinihari.
“Terduga pelaku, sudah kami amankan secepatnya supaya terhindar dari amukan warga, guna terciptanya situasi Kamtibmas tetap kondusif,” ucap IPTU Pamili saat ditemui Topikterkini.com di ruangannya, Kamis (30/1/2025).
Saat ini, kata IPTU Pamili, terduga pelaku belum ditetapkan sebagai tersangka karena masih dilakukan penyelidikan.
“Kami sementara lakukan pendalaman dan pemeriksaan beberapa saksi,” ungkap Kanit PPA.
Begitupun dengan Kondisi korban, Polres Jeneponto memastikan pendampingan terhadap korban.
“Saat ini kondisi korban baik-baik saja, kami lakukan pendampingan, baru turun LP nya ini, jadi kami suruh ke kantor agar dilakukan pemeriksaan ulang,” terang Kanit PPA.
Selain itu, guna memastikan korban terdampingi dengan baik, pihak Polres Jeneponto menyurati Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TPA) Kabupaten Jeneponto.
“Kami lakukan pendampingan terhadap korban dan kami juga sudah menyurat ke P2TPA Jeneponto untuk mendampingi nanti,” tutup IPTU Pamili.
Sementara itu, Kapolres Jeneponto, AKBP Widi Setiawan, menjamin Polres Jeneponto tegak lurus tanpa tebang pilih terkait penegakkan kasus hukum di wilayah Jeneponto.
“Semua kasus akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kapolres Jeneponto, saat ditemui Topikterkini.com di Mapolres Jeneponto, Kamis (30/1/2025) siang.
Selain itu, Kapolres mengimbau agar masyarakat menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif.
“Kepada masyarakat Jeneponto, tetap jaga situasi Kamtibmas dan percayakan proses hukum ditangani dengan profesional oleh Polres Jeneponto,” tutup Kapolres Jeneponto.
Penulis : Arief Rahman/Redaksi











