Topikterkini.com-Jeneponto- Sekitar 3 ribu warga hadiri Hari Jadi Maggaukang Daeng Riolo atau acara Je’ne-Je’ne Sappara di Desa Borongtala, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Rabu (5/2/2025) siang, bertepatan dengan 6 Sya’ban 1446 Hijriah.
Je’ne-Je’ne Sappara merupakan salah satu tradisi adat yang sarat nilai budaya dan spiritual, berupa ritual mandi bersama air laut di bulan Sya’ban (Penanggalan Hijriah), sebagai bentuk rasa syukur masyarakat Desa Borongtala yang diperingati tiap tahunnya.
“Je’ne-Je’ne Sappara ini bagian dari perayaan rasa syukur kita, sekaligus memperingati Hari Jadi Maggaukang Daeng Riolo,” ucap Kepala Desa Borongtala, Evendi Amba, SE., saat dikonfirmasi, Rabu (5/2/2025).
Ia menerangkan, bahwa tradisi ini turun temurun dirayakan Masyarakat Karampangpa’ja dan sekitarnya.
“Inilah kebiasaan kami di Borongtala, mengenang kelahiran Raja Binamu Pertama sampai diarak dan diantar menuju Kursi Emas pelantikan Raja di Karelayu,” tambahnya.
Selain mengenang keberadaan Raja Binamu Pertama, kata Evendi Amba, acara ini juga dilakukan sesuai kebiasaan para leluhur yakni Je’ne-Je’ne Tamparang setelah selesai dan rampung membajak sawah.
Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tamalatea, Syamsul Ardi Djahini, S.STP., mengatakan bahwa acara Je’ne-Je’ne Sappara ini adalah kearifan lokal yang harus dilestarikan.
“Banyak dampak positif dari kegiatan ini, terutama peningkatan Ekonomi dan pelestarian Budaya,” ujar Syamsul Ardi Djahini, saat ditemui Topikterkini.com di sela-sela kegiatan, Rabu (5/2/2025).
Ia mengapresiasi Pemerintah Desa Borongtala bersama Panitia atas terselenggaranya acara yang berlangsung meriah tersebut.
“Kegiatan ini harus di jaga, dibudayakan, dilestarikan, dan dilakukan peningkatan, bila perlu dibuatkan khusus Kalender Budaya,” ungkapnya.
Hal itu, kata Syamsul Ardi Djahini, bertujuan selain menyerap wisatawan lokal juga mampu menarik para wisatawan Mancanegara.
“Kita contoh Bali, Budaya dan kegiatan adat mampu menarik perhatian para wisatawan mancanegara, kita butuh komitmen untuk terus mempromosikan kegiatan budaya kita,” imbuhnya penuh antusias.
Harapan kami, kata Plt. Camat Tamalatea tersebut, semoga OPD terkait di Kabupaten Jeneponto agar kiranya membuat mapping jadwal kegiatan-kegiatan Budaya unggulan yg di susun dengan terstruktur sehingga prioritas anggaran dapat diberikan secara baik dan terarah.
Sementara, aparat Kepolisian dan TNI yang melakukan pengamanan kegiatan Je’ne-Je’ne Sappara, menilai situasi Kamtibmas kondusif sepanjang berlangsungnya acara.
“Antusias pengunjung sangat luar biasa dan Alhamdulillah gangguan Kamtibmas nihil, Situasi aman dan terkendali,” ujar Kapolsek Tamalatea, AKP H. Suardi G., saat dikonfirmasi Topikterkini.com, Rabu (5/2/2025).
Berdasarkan pantauan media, kendala yang di hadapi oleh personel Polsek Tamalatea dan aparat TNI, yakni kemacetan akibat sempitnya jalanan dan pengunjung yang parkir sembarangan kendaraan sepanjang bahu jalan.
“Saya harap masyarakat jaga situasi Kamtibmas tetap kondusif, agar di masa yg akan datang bisa dilakukan kegiatan serupa,” himbau Kapolsek Tamalatea.
Laporan : Arief Rahman/Redaksi











