ARTIKELNTBPOLITIK

Di Masa Transisi, Timses Mulai Berkeliaran Apakah Akan Mencari Tempat Singgah Untuk Mencari Untung?

157
×

Di Masa Transisi, Timses Mulai Berkeliaran Apakah Akan Mencari Tempat Singgah Untuk Mencari Untung?

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Topikterkin.com. LOMBOK TIMUR – Setelah pasangan calon (Paslon) yang didukung tim sukses (timses) berhasil memenangkan kontestasi politik, mulai muncul fenomena yang cukup menarik perhatian.

 

Para timses, yang sebelumnya berjuang untuk kemenangan paslon, kini mulai berkeliaran mencari tempat-tempat strategis untuk diperebutkan. 

 

Mereka tidak hanya mencari tempat kerja yang empuk, namun juga lahan-lahan penting seperti parkiran, pasar, bahkan mulai melirik jabatan yang kosong atau ASN yang ingin mendapatkan posisi lebih tinggi.

 

Hal ini, meskipun terdengar kontroversial, sebenarnya sudah menjadi hal yang lumrah dalam dunia politik, khususnya dalam pergantian jabatan pada masa transisi setelah pemilihan kepala daerah. 

 

Ketika hasil pemilihan sudah menentukan siapa yang memimpin, timses mulai berpikir tentang bagaimana memanfaatkan kekuasaan yang telah dimiliki untuk memperoleh keuntungan atau posisi yang lebih strategis.

 

Di masa transisi, ketegangan semakin terasa di kalangan aparatur sipil negara (ASN), terutama bagi mereka yang berbeda pilihan politik. Rasa gelisah mulai menyelimuti mereka, bertanya-tanya apakah mereka akan dipindahkan, di non-jobkan, atau malah dipertahankan pada posisi mereka sekarang.

 

Terkadang, untuk mendapatkan posisi yang diinginkan, timses pun tidak ragu untuk melakukan pendekatan dengan ASN yang memiliki potensi untuk menduduki jabatan tertentu.

 

 Mereka mulai melakukan lobi-lobi, berusaha menarik perhatian dan mendapatkan dukungan agar bisa melenggang ke kursi kekuasaan. Bahkan, ada yang terlibat dalam permainan politik yang lebih licik antara pejabat dengan timses untuk memperebutkan posisi tertentu.

 

Tidak jarang, ada dua kubu dalam timses, yaitu timses Bupati dan timses Wakil Bupati. 

 

Kedua kelompok ini bergerak sendiri-sendiri, mencari ASN atau pejabat yang bisa mereka bawa ke “tempat singgah” yang mereka incar. 

 

Namun, seringkali upaya ini dilakukan dengan cara yang sangat rapuh dan penuh sandiwara, yang tidak selalu diketahui oleh Bupati dan Wakil Bupati. 

 

Para timses ini seringkali berpura-pura tidak tahu, meskipun pada kenyataannya mereka sudah memiliki agenda tersendiri.

 

Fenomena ini juga tercermin dalam pengamatan di Lombok Timur, di mana banyak ASN yang merasa kecewa karena pilihan mereka tidak berhasil membawa mereka ke kursi Bupati atau Wakil Bupati. Banyak di antara mereka yang hanya bisa pasrah dan siap menerima keputusan, meskipun ada juga yang memilih untuk terus menunggu perubahan nasib.

 

Sekarang, pertanyaannya adalah, akankah Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin dan Wakil Bupati H. Edwin bisa membaca pergerakan timses mereka? Atau, apakah mereka hanya akan pura-pura tidak tahu akan dinamika yang terjadi di balik layar?

 

Harapan masyarakat tentu saja agar kepemimpinan yang baru ini dapat membawa perubahan yang positif di birokrasi serta bagi masyarakat Lombok Timur. Masyarakat menginginkan kepemimpinan yang bijak, berorientasi pada pelayanan publik, dan tentu saja, sesuai dengan visi dan misi politik yang telah dijanjikan. 

 

Semoga, dalam perjalanan pemerintahan ini, timses dapat lebih memikirkan kepentingan rakyat dan bukan hanya kepentingan pribadi atau kelompok mereka semata.(TT).

Artikel

Penulis; H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *