TAKALAR, Topikterkini.com — Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Takalar (AMPT) menggelar aksi demo di depan SPBU Kalabbirang Takalar dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Massa aksi mempertanyakan soal korupsi di Pertamina serta isu pengoplosan BBM dan maraknya mafia solar bersubsidi di sejumlah SPBU yang ada di Takalar.
Mereka mendesak Pemerintah Daerah bersama DPRD Kab.Takalar untuk segara melakukan inspeksi kepada seluruh SPBU yang ada di Takalar guna memastikan bahwa BBM yang diedarkan SPBU hari ini, itu bukan oplosan.

Dampak dari BBM oplosan ini juga dinilai akan sangat merugikan masyarakat terutama dapat mengakibatkan kerusakan pada mesin kendaraan.
Perwakilan massa aksi, Muh Fatur Rahman mengatakan, meskipun dalam suasana puasa, aksi ini tetap dilakukan sebagai bentuk protes terhadap dugaan praktik pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) serta maraknya mafia solar yang dinilai merugikan masyarakat dan negara.
Sementara Akbar, selaku jendral lapangan menyampaikan bahwa, tujuan utama dari demonstrasi ini adalah untuk mengawal serta mengevaluasi kasus dugaan tindak pidana korupsi yang berada di tubuh Pertamina.
“Kami menilai, ini adalah bentuk kejahatan luar biasa yang sangat merugikan masyarakat dan hari ini kami ingin memastikan bahwa praktik ini harus diusut tuntas dan juga memastikan bahwa BBM yang terjual di SPBU seluruh Takalar harus sesuai dengan spek yang telah ditentukan,” tegas Akbar dalam orasinya, Jum’at (14/3/2025).
Menurutnya, Pemerintah daerah harus terlibat langsung dalam pengawasan penjualan BBM sehingga masyarakat tidak dirugikan oleh oknum-oknum mafia BBM karena berdampak langsung ke masyarakat.
Atas kejadian ini, sempat terjadi kemacetan panjang di jalan utama Takalar -Makassar selama aksi berlangsung. Puluhan Polisi yang mengawal aksi pun tampak berusaha mengurai kendaraan agar tidak terjadi kemacetan. (*)











