BeritaDAERAHEKONOMINTB

Inflasi Lombok Timur Tertinggi di NTB, Pemda Fokus Stabilkan Harga dan Perluas Akses Pendidikan

62
×

Inflasi Lombok Timur Tertinggi di NTB, Pemda Fokus Stabilkan Harga dan Perluas Akses Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR – Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah untuk bulan Maret (M3) tahun 2025 mengungkapkan berbagai data penting terkait perkembangan inflasi di tingkat nasional, provinsi, dan daerah. 

 

Kabupaten Lombok Timur tercatat memiliki Indeks Perkembangan Harga (IPH) tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan angka 3,20%. Angka ini menurun dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 4,05%, namun masih menempatkan Lombok Timur pada peringkat pertama di NTB dan ke-22 secara nasional.

 

Komoditas penyumbang utama inflasi di daerah ini adalah cabai rawit dengan andil sebesar 3,351%, diikuti oleh bawang merah (0,145%), sementara gula pasir tidak memberikan andil inflasi (0%). Cabai rawit juga tercatat sebagai komoditas dengan fluktuasi harga tertinggi di seluruh NTB.

 

Secara nasional, tingkat inflasi Year on Year (Y on Y) berada di angka 1,03%, dan Month to Month (M to M) sebesar 1,65%. Sementara di tingkat Provinsi NTB, inflasi berada di angka 1,15% dengan IPH sebesar 0,93%. Komoditas utama yang memengaruhi inflasi di NTB serupa dengan Lombok Timur, yaitu bawang merah, cabai rawit, dan jeruk.

 

Dalam rakor yang dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Lombok Timur, Ahmad Masfu, serta Kepala Dinas Perdagangan, Mahsin, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan strategis lainnya.

 

Ahmad Masfu dalam sambutannya menyampaikan bahwa selain fokus pada pengendalian inflasi, Pemkab Lombok Timur juga akan mendorong pembangunan sektor pendidikan di tahun 2025.

 

 “Tahun ini selain akan dibangun Sekolah Garuda Baru dan proyek Transformasi Pendidikan, kami juga akan membangun Sekolah Rakyat. Ini adalah bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, khususnya yang berada dalam kategori miskin ekstrem, agar anak-anak mereka dapat mengakses pendidikan dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA,” ujarnya.

 

Langkah ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka panjang terhadap kemiskinan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Lombok Timur.

 

Dengan fluktuasi harga pangan yang masih cukup tinggi, pemerintah daerah menegaskan pentingnya sinergi antar-instansi dan pelibatan masyarakat dalam mengendalikan inflasi sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *