Topikterkini.com-Sumbawa- Komite Percepatan Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (KP4S) Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menegaskan bahwa aksi demonstrasi yang digelar di Pelabuhan Penyeberangan Poto Tano pada 26 hingga 30 Mei 2025 mendatang adalah ilegal dan tidak mewakili agenda resmi lembaga.
Ketua KP4S Pulau Sumbawa, Zakariah Surbini, mengatakan bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab atas aksi yang mengatasnamakan KP4S Kabupaten Sumbawa Barat tersebut.
Menurutnya, kegiatan itu tidak mendapat restu maupun persetujuan dari pengurus pusat KP4S Pulau Sumbawa.
“Perlu dipahami oleh seluruh masyarakat Pulau Sumbawa, aksi tersebut bukan bagian dari agenda besar KP4S. Kami tidak bertanggung jawab atas kegiatan itu,” tegas Zakariah kepada awak media di Sekretariat KP4S, Senin (26/5/2025).
Pria yang akrab disapa Jeck ini menjelaskan, KP4S saat ini tengah fokus menjaga komitmen pemerintah pusat terkait perjuangan pemekaran Pulau Sumbawa menjadi provinsi.
Komunikasi intensif dengan Kementerian Hukum terus dilakukan secara persuasif untuk menjaga stabilitas dan kesinambungan dialog dengan pusat.
“Menindaklanjuti komitmen Menkumham (Dr. Supratman) saat aksi 155 di Ai Jati, kami tengah mendorong negosiasi yang konstruktif. Aksi sepihak di lapangan justru bisa mencederai proses ini,” ungkapnya.
Jeck menambahkan, KP4S Pulau Sumbawa telah mendelegasikan sejumlah tokoh sebagai negosiator dalam memperjuangkan usulan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa di tingkat pusat.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak bertindak di luar koordinasi.
“Ini perjuangan bersama, bukan untuk kepentingan personal atau kelompok tertentu. Jangan sampai ada pihak-pihak yang menunggangi momentum ini untuk kepentingan lain. Kami nyatakan aksi tersebut ilegal,” tegasnya.
Ia juga memperingatkan bahwa penggunaan kop surat KP4S di semua tingkatan harus melalui persetujuan KP4S Pulau Sumbawa.
“Setiap kegiatan resmi harus melalui mekanisme organisasi. Tanpa itu, kami nyatakan tidak sah dan tidak akan kami akui,” tutupnya.
Laporan: Arief Rahman/Redaksi











