Topikterkini.com. LOMBOK TIMUR– Polemik pengelolaan objek wisata Bale Manghrov di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, terus menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Isu ini mencuat setelah beredarnya dugaan keterlibatan Wakil Bupati Lombok Timur, Edwin Hadiwijaya, bersama salah seorang staf khusus (stafsus) pemerintah daerah dalam pengelolaan destinasi tersebut.
Sejumlah warga Poton Bako Kecamatan Jerowaru mempertanyakan transparansi pengelolaan wisata Bale Manghrov, terutama terkait status lahan, perizinan, serta alur pengelolaan dan pembagian hasil dari aktivitas wisata di kawasan tersebut.
Mereka meminta pemerintah daerah memberikan penjelasan terbuka guna menghindari spekulasi yang berkembang di ruang publik.
“Yang kami harapkan adalah keterbukaan. Kalau memang tidak ada pelanggaran, sampaikan secara jelas kepada masyarakat,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya,16/02/2026.
Informasi yang beredar menyebutkan adanya dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu di lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam pengelolaan wisata tersebut.
Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara rinci posisi maupun peran Wakil Bupati dan staf khusus yang disebut-sebut dalam isu tersebut.
Sementara itu, sejumlah pihak menilai polemik ini berpotensi memengaruhi citra pemerintah daerah apabila tidak segera diluruskan.
Mereka mendorong adanya klarifikasi resmi untuk memastikan tidak terjadi konflik kepentingan dalam pengelolaan aset atau potensi wisata daerah.
Upaya konfirmasi kepada Wakil Bupati Lombok Timur dan pihak terkait masih terus dilakukan. Hingga berita ini dipublikasikan, belum diperoleh pernyataan resmi dari yang bersangkutan.
Masyarakat berharap polemik ini dapat diselesaikan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga pengembangan sektor pariwisata di Lombok Timur tetap berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi warga sekitar.(TT).











