TAKALAR

Tragis! Proyek Sekolah Rakyat di Takalar Memakan Korban, Dua Bocah Ditemukan Tewas di Lubang Septic Tank

2
×

Tragis! Proyek Sekolah Rakyat di Takalar Memakan Korban, Dua Bocah Ditemukan Tewas di Lubang Septic Tank

Sebarkan artikel ini
Lokasi penemuan dua bocah korban tenggelam di galian septic tank proyek pembangunan Sekolah Rakyat, kini telah dipasang garis polisi, Rabu (27/5/2026) malam. (Dok.Istimewa)

TAKALAR, Topikterkini.com – Musibah tragis menimpa dua bocah di Dusun Bontosunggu, Desa Pa’rappunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar. Keduanya ditemukan meninggal dunia di area proyek pembangunan Sekolah Rakyat, pada Rabu malam (27/5/2026).

Kedua korban diketahui bernama Arzak (4) dan Asril (3). Mereka diduga tenggelam di dalam lubang septic tank masjid yang tergenang air dengan kedalaman sekitar dua meter di kawasan proyek tersebut.

Peristiwa ini sontak mengundang duka mendalam bagi warga setempat, terlebih kejadian itu terjadi di momen Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang seharusnya menjadi hari penuh kebahagiaan dan kebersamaan keluarga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua bocah tersebut terakhir terlihat meninggalkan rumah sekitar pukul 15.40 WITA untuk bermain di sekitar lingkungan Dusun Bontosunggu yang tidak jauh dari lokasi proyek pembangunan.

Namun hingga malam hari, keduanya belum juga kembali ke rumah. Kondisi tersebut membuat keluarga panik dan langsung meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian.

Warga kemudian menyisir sejumlah titik yang biasa menjadi tempat bermain anak-anak, termasuk area sekitar jembatan dekat SPBU Palleko. Pencarian berlangsung cukup lama karena kedua korban belum ditemukan.

Karena belum membuahkan hasil, pencarian diperluas hingga ke area proyek pembangunan Sekolah Rakyat. Warga mulai curiga dengan sejumlah lubang galian yang tergenang air di lokasi tersebut.

Sekitar pukul 21.00 WITA, personel kepolisian bersama warga melakukan penyisiran di kawasan proyek. Dugaan warga akhirnya terbukti setelah kedua korban ditemukan di dalam lubang septic tank dalam kondisi telungkup.

Kedua bocah malang itu dinyatakan telah meninggal dunia sebelum dievakuasi ke rumah duka. Tangis keluarga pun pecah menyelimuti suasana malam di Dusun Bontosunggu.

Peristiwa tragis tersebut memunculkan sorotan terhadap aspek keamanan proyek pembangunan, terutama terkait keberadaan lubang galian yang dinilai berbahaya bagi warga sekitar, khususnya anak-anak.

Hingga berita ini diturunkan, pihak penanggung jawab proyek pembangunan Sekolah Rakyat belum berhasil dikonfirmasi terkait insiden yang menyebabkan dua bocah kehilangan nyawa di lokasi proyek tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *