Topikterkini.com.|SIGI – Gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah ke-31 Tahun 2026 resmi dibuka di Kabupaten Sigi. Mengusung tema “Berani Mewujudkan Generasi Muda Berkarakter Qurani serta Merajut Harmoni dalam Keberagaman”, acara keagamaan akbar ini dihadiri oleh jajaran bupati dan Wakil Bupati forkopimda, tokoh agama, serta kafilah dari seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah dalam sambutannya menekankan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, MTQ adalah sebuah perayaan peradaban dan panggung kecintaan umat kepada kitab sucinya.
“MTQ adalah momentum untuk menghadirkan kembali nilai-nilai Al-Qur’an ke tengah kehidupan masyarakat,” ujar Kakanwil Kemenag Sulteng.
Dalam era digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) saat ini, Kakanwil mengingatkan bahwa Al-Qur’an tetap menjadi kompas kehidupan yang relevan. Teknologi boleh saja mempercepat pekerjaan dan memperluas informasi, namun tidak otomatis menghadirkan ketenangan jiwa dan kebijaksanaan. Di sinilah Al-Qur’an hadir sebagai cahaya yang menuntun manusia pada hakikatnya.
Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya merawat keberagaman di Sulawesi Tengah. Mengingat Sulteng kaya akan budaya dan tradisi dari pesisir hingga pegunungan, MTQ diharapkan mampu memperkuat Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Watoniyah, dan Ukhuwah Insaniyah.
Gubernur Sulteng: Mari Bumikan Al-Qur’an Melalui Program “Sulteng Mengaji”
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan pada malam pembukaan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Sigi beserta seluruh jajaran yang dengan sigap mempersiapkan acara ini sebagai tuan rumah yang baik, meski dalam waktu yang cukup singkat.
Gubernur menyoroti pentingnya tugas umat Islam untuk “membumikan” Al-Qur’an, bukan sekadar meramaikannya saat musabaqah atau di pondok tahfiz saja. Beliau mengingatkan bahwa Al-Qur’an adalah Hudan lin Nas (petunjuk bagi manusia).
“Manusia diciptakan oleh Allah juga punya buku petunjuk. Yang kalau dia sudah mulai aneh-aneh, ada petunjuknya di dalam kitab suci. Al-Qur’an adalah petunjuk bagi umat manusia yang perlu kita baca, kita mengerti, dan kita amalkan,” tegas Gubernur dalam sambutannya.
Sejalan dengan visi tersebut, Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk menyukseskan program pemerintah provinsi yang bernama Berani Berkah: Sulteng Berjamaah dan Sulteng Mengaji. Melalui program ini, diharapkan setiap umat beragama menjadikan kitab sucinya sebagai pegangan hidup, dan bagi umat Islam, minimal membaca Al-Qur’an setiap hari di waktu pagi maupun malam sesuai kemampuan.
Di akhir sambutan, Gubernur mendoakan agar semarak pembukaan MTQ ini dapat terus terjaga hingga penutupan nanti, serta melahirkan generasi muda yang tidak hanya indah suaranya saat melantunkan ayat suci, melainkan juga indah akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
Ajang MTQ ke-31 tingkat Provinsi Sulteng ini diharapkan menjadi wasilah datangnya keberkahan dan peningkatan anggaran serta kesejahteraan bagi seluruh wilayah kabupaten, kota, dan provinsi di masa-masa yang akan datang.
Acara pembukaan penyerahan Bendera pataka dari Kakanwil Sulteng Kepada Gubernur sulteng diawali dengan Pemukulan GONG,serta pengibaran Bendera pataka dan dilanjutkan dengan defile megah dari kafilah 13 kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.
Lantunan salawat, gemuruh bedug, serta tarian kolosal bernuansa islami yang dipadukan dengan budaya lokal Sigi turut memukau para penonton yang memadati area monumen.
Kabupaten Sigi selaku tuan rumah dinilai sukses menyulap kawasan bersejarah tersebut menjadi panggung spritual yang megah, aman, dan tertib.
MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulteng ini akan berlangsung selama sepekan ke depan. Para qari dan qariah terbaik dari seluruh pelosok Sulawesi Tengah akan berkompetisi untuk memperebutkan tiket menuju MTQ Tingkat Nasional, sekaligus membawa misi pembumian nilai-nilai Al-Quran di kehidupan sehari-hari.
Sebagai tuan rumah, Bupati Sigi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan seluruh kafilah dari kabupaten/kota yang telah hadir.
Dalam sambutannya, Bupati Sigi menekankan dua poin penting diantaranya, Refleksi Spiritual Kehadiran seluruh kafilah di lokasi Monumen Likuifaksi diharapkan membawa atmosfer positif, doa bersama, dan keberkahan bagi para korban serta keselamatan daerah di masa depan.
Keragaman dan Persatuan: Kabupaten Sigi berkomitmen menjadi tuan rumah yang ramah dan memberikan pelayanan terbaik demi kelancaran seluruh rangkaian lomba, sekaligus mengenalkan potensi wisata religi dan budaya lokal.
“Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sigi mengucapkan selamat datang kepada seluruh qari, qariah, oficial, dan kepala daerah se-Sulteng. Merupakan kehormatan besar bagi kami dapat menyelenggarakan syiar Al-Quran ini di tanah Sigi,” ungkap Bupati Sigi.***











