TOPIKterkini.com – KENDARI | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap para siswa atau santri yang mengalami gejala dugaan keracunan makanan usai mengonsumsi santapan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah atau pondok pesantren (Ponpes) Al Askar, pada Jumat 18 September 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kendari, Elvi, mengatakan pihaknya bergerak cepat untuk memastikan seluruh siswa yang terdampak mendapatkan penanganan medis yang optimal.
“Kami hadir untuk mem-backup seluruh kebutuhan layanan kesehatan para siswa. Hingga saat ini, kami terus memantau kondisi siswa lain yang juga mengonsumsi makanan tersebut guna memastikan mereka tetap dalam keadaan sehat,” ujar Elvi.
Menurutnya, gejala yang dialami para siswa antara lain mual, muntah, dan pusing. Meski demikian, kondisi para pasien dilaporkan berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan.
“Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada siswa yang mengalami penurunan kesadaran ataupun kondisi yang mengkhawatirkan. Sebagian besar anak-anak menunjukkan perkembangan yang baik sejak mendapat perawatan,” tuturnya.
Dinas Kesehatan juga mengimbau pihak sekolah, pengelola pondok pesantren, maupun orang tua agar segera membawa siswa ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala serupa, sehingga dapat memperoleh penanganan lebih cepat.
Terkait kemungkinan pemindahan pasien ke rumah sakit, Elvi menjelaskan bahwa kapasitas pelayanan di Puskesmas Lepo-Lepo masih mencukupi untuk menangani para siswa yang terdampak. Rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi akan dilakukan apabila jumlah pasien meningkat dan melebihi kapasitas layanan yang tersedia.
Di sisi lain, Dinkes Kota Kendari telah mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab insiden tersebut untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium guna memastikan sumber kejadian.
“Sampel makanan sudah kami amankan dan akan diperiksa oleh laboratorium kesehatan masyarakat. Hasil pemeriksaan nantinya akan diumumkan secara resmi setelah proses pengujian selesai,” pungkas Elvi.
Saat ini, pihak terkait masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para siswa. (D).











