BUOL

Bupati Buol Buka Seminar Akhir Dokumen Perencanaan Kawasan Agropolitan, Perkuat Ekonomi Berbasis Pertanian

5
×

Bupati Buol Buka Seminar Akhir Dokumen Perencanaan Kawasan Agropolitan, Perkuat Ekonomi Berbasis Pertanian

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.|BUOL – Pemerintah Kabupaten Buol terus memantapkan langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi sektor pertanian daerah.

Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo, secara resmi membuka kegiatan Seminar Akhir Penyusunan Dokumen Perencanaan Kawasan Agropolitan Kabupaten Buol, yang diselenggarakan oleh Bappeda Litbang Kabupaten Buol di Buol, Minggu (13/9/2026).

Dalam sambutannya yang dibacakan pada forum tersebut, Bupati Buol mengapresiasi tinggi jajaran Bappeda Litbang serta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan mempersiapkan penyusunan dokumen perencanaan ini. Kegiatan seminar ini turut menghadirkan Ketua Tim Ahli, Prof. Dr. Jayani Nurdin, beserta tim akademisi dan penyusun.

Bupati Bowo menegaskan bahwa Kabupaten Buol dianugerahi sumber daya alam yang melimpah. Sektor pertanian dalam arti luas termasuk tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, hingga perikanan tetap menjadi pilar utama penopang perekonomian daerah serta sumber penghidupan sebagian besar masyarakat.

“Pembangunan kawasan agropolitan harus dipandang sebagai strategi pembangunan wilayah yang mampu mengintegrasikan seluruh potensi menjadi kekuatan ekonomi daerah secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan,” tegas Bupati.

Lebih lanjut disampaikan, penyusunan dokumen ini merupakan fondasi jangka panjang yang selaras dengan visi pembangunan daerah dalam RPJMD Kabupaten Buol Tahun 2025–2029, yaitu: “Mewujudkan Buol Agamis sebagai Daerah Agropolitan yang Maju dan Berkelanjutan”.

Melalui pengembangan kawasan agropolitan ini, Pemkab Buol menargetkan sejumlah capaian strategis Meningkatkan produktivitas serta nilai tambah komoditas unggulan daerah.

  • Memperkuat ketahanan pangan daerah secara menyeluruh.
  • Memperluas kesempatan kerja dan kesempatan berusaha bagi masyarakat.
  • Meningkatkan pendapatan petani dan masyarakat pedesaan.
  • Mendorong tumbuhnya investasi di sektor pertanian dan agroindustri.
  • Mempercepat pengentasan kemiskinan serta mengurangi kesenjangan antarwilayah.

Secara khusus, Bupati Bowo berpesan kepada Tim Penyusun dan Tim Ahli agar dokumen yang dihasilkan menyajikan peta jalan (road map) atau peta jalan pelaksanaan yang jelas, terukur, dan bertahap. Dokumen tersebut harus memuat prioritas tahunan, lokasi prioritas, program kegiatan, kelembagaan, kebutuhan pendanaan, hingga indikator keberhasilan berbasis data realitas wilayah.

“Keberhasilan pembangunan kawasan agropolitan memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, akademisi, pemerintah desa, hingga dunia usaha. Dengan semangat kebersamaan, saya yakin Kabupaten Buol mampu menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian yang unggul di Provinsi Sulawesi Tengah,” pungkas Bowo sebelum meresmikan pembukaan acara.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *