SULAWESI TENGGARA

Wakapolda Sultra Serap Aspirasi Warga Lewat Dialog Terbuka, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

9
×

Wakapolda Sultra Serap Aspirasi Warga Lewat Dialog Terbuka, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Sebarkan artikel ini

TOPIKterkini.com – KENDARI | Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K., berdialog langsung dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi dan membahas berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu warung kopi di Kendari, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan bertajuk *Kumpul Bersama Masyarakat* ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden melalui program Quick Wins Kapolri, sekaligus menjadi ruang komunikasi terbuka antara kepolisian dan masyarakat.

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Sultra, pengurus Kelompok Sadar Kamtibmas (Pokdarkamtibmas) Bhayangkara Sultra, unsur pemerintah setempat, tokoh masyarakat, serta perwakilan nelayan.

Dalam kesempatan itu, Wakapolda membuka ruang dialog bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, serta berbagai kendala yang dihadapi, khususnya yang berkaitan dengan situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Kita bisa berkumpul di tempat ini dalam rangka mewujudkan program Bapak Kapolri, yakni Polisi Bersama Masyarakat, dan hampir semua elemen ada,” kata Brigjen Pol. Budi Hermawan.

Ia menjelaskan, setiap persoalan dan masukan yang disampaikan masyarakat akan dicatat serta ditelaah sebagai bahan menentukan langkah penanganan. Tindak lanjutnya dilakukan melalui berbagai kegiatan kepolisian, mulai dari upaya preemtif dan preventif hingga penegakan hukum sesuai dengan permasalahan yang ditemukan.

Apabila persoalan yang disampaikan berada di luar kewenangan kepolisian, Polda Sultra akan berkoordinasi dengan instansi pemerintah maupun pemangku kepentingan terkait agar permasalahan tersebut dapat ditangani sesuai kewenangannya.

Wakapolda juga menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi kualitas pelayanan publik dan perilaku anggota Polri. Masyarakat dapat menyampaikan informasi maupun pengaduan melalui layanan darurat 110, aplikasi Yanduan dengan QR Code Gajah Mada Propam, serta kanal pengaduan masyarakat (Dumas) Itwasda Polda Sultra.

“Informasi dan masukan dari masyarakat tidak hanya dihimpun melalui tempat pertemuan, tetapi juga dapat melalui kanal layanan 110,” jelasnya.

Dalam dialog tersebut, Brigjen Pol. Budi Hermawan turut menyoroti sejumlah persoalan yang menjadi perhatian bersama, di antaranya peredaran narkoba, minuman keras (miras), dan judi online yang berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.

Menurutnya, Polda Sultra bersama jajaran polres hingga polsek terus melakukan upaya pemberantasan peredaran narkoba. Salah satu langkah yang disoroti ialah penanganan peredaran narkoba di kawasan Kampung Salo.

Ia menekankan bahwa pemberantasan narkoba harus dilakukan secara berkelanjutan. Upaya tersebut tidak cukup hanya melalui operasi penindakan, tetapi juga perlu diiringi dengan pencegahan, edukasi, dan keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bebas dari narkoba.

Selain itu, peredaran minuman keras juga menjadi perhatian karena dinilai dapat berkaitan dengan berbagai tindak pidana, termasuk penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Wakapolda turut mengingatkan masyarakat mengenai bahaya judi online yang merupakan salah satu bentuk kejahatan di ruang digital dan dapat menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi bagi masyarakat.

Karena itu, ia menilai sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah serta menangani berbagai persoalan tersebut.

“Harkamtibmas merupakan tanggung jawab bersama, sehingga dalam mewujudkan dan menjaganya diperlukan partisipasi aktif masyarakat serta bersinergi dengan stakeholder dan komponen masyarakat lainnya,” tegas Brigjen Pol. Budi Hermawan.

Sementara itu, Ketua Umum Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sultra, Rusmin A. Gani, S.E., mengatakan pertemuan tersebut diharapkan mampu mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kemitraan antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Pokdarkamtibmas Bhayangkara merupakan organisasi yang bermitra dengan kepolisian dan memiliki struktur hingga tingkat polres,” jelas Rusmin.

Ia berharap keberadaan Pokdarkamtibmas Bhayangkara dapat semakin dioptimalkan sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan kepolisian, terutama dalam menyampaikan aspirasi serta membantu penyelesaian persoalan kamtibmas di lingkungan masing-masing.

Melalui dialog terbuka tersebut, Polda Sultra berharap komunikasi dua arah dengan masyarakat semakin kuat sehingga berbagai persoalan keamanan dapat diidentifikasi lebih awal dan ditangani secara tepat melalui kerja sama seluruh elemen.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya kemitraan antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Sulawesi Tenggara. (D).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *