MAKASSAR

Drs. Muh. Arafah, Mpd: Pandemi Cukup Besar Pengaruhnya

64
×

Drs. Muh. Arafah, Mpd: Pandemi Cukup Besar Pengaruhnya

Sebarkan artikel ini
Drs. Muh. Arafah, Mpd: Pandemi Cukup Besar Pengaruhnya
Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wil. XII Sulsel, Drs. Muh. Arafah, Mpd

Topikterkini.com-Makassar | Pandemi membuat pemerintah berpikir keras. Khususnya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, dan ini memang soal yang sangat urgent untuk dicarikan solusinya.

Sebab selama masa pandemi, dua tahun terakhir, efektifitas pembelajaran di sekolah tidak optimal. Jika tidak dapat diurai benang merahnya, bidang pendidikan kita akan kedodoran kualitas.

Kaitan diatas, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah XII Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. Muh. Arafah, Mpd yang ditemui di Kantor Disdik belum lama ini memberikan komentar. Ia menilai akibat Pandemi covid 19, tidak bisa disanksikan pengaruhnya, cukup besar khususnya pencapaian nilai siswa ditingkat terakhir.

Menurut dia, selama ini efektifitas pembelajaran disekolah, karena siswa maupun guru kurang “fresh” belajar dan mengajar tanpa tatap muka, karena merupakan kebiasaan lama yang tiba-tiba berubah 180 derajat.

“Ini yang menjadi kendala utama dan sangat mencemaskan akan pencapaian kualitas ditahun ajaran ini,” jelas Arafah yang mulai mengabdi selaku PNS tahun 1989.

Muh. Arafah menjelaskan untuk menyiasati kondisi ini, ia menghimbau para guru agar meningkatkan kapasitas mengajar dan peningkatan pembobotan mengajar.

Selain itu, terus memantau siswa agar tetap aktif mengikuti kegiatan belajar sistem Daring meski tidak biasanya.

“Alhamdulillah dengan kiat ini siswa mulai bersemangat, khususnya ditingkat kelas terakhir kls XII,” tutur Drs. Muh. Arfah yang sebelumnya bertugas di Bumi Lasinranf, Kabupaten Pinrang.

Menyinggung soal kualitas untuk tahun ajaran 2021/2022, dirinya tetap optimis akan mencapai sesuai target yang dicanangkan kurikulum.

“Kita tunggu hasilnya namun kami yakin tidak jauh beda semasa normal,” ungkapnya.

Diakhir perbincangan, Alumni IKIP (baca UNM) menandaskan dengan doa, agar Tuhan mengangkat musibah ini yang merupakan ujian pada hambanya, hingga situasi bidang pendidikan kembali segar dan mencapai target sesuai penggarisan program pusat. Amin.

Laporan: Ahmadi Haruna/Redaksi 02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *