OPINI

Aristoteles (Konsep Kegunaan dan Keuntungan Pada Perdagangan Internasional)

93
×

Aristoteles (Konsep Kegunaan dan Keuntungan Pada Perdagangan Internasional)

Sebarkan artikel ini
Aristoteles (Konsep Kegunaan dan Keuntungan Pada Perdagangan Internasional)
Rahmasia (Mahasiswi jurusan ilmu ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)

Aristoteles (Konsep Kegunaan dan Keuntungan Pada Perdagangan Internasional)

Oleh: Rahmasia
Mahasiswi jurusan ilmu ekonomi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

 

Perkembangan Zaman bukanlah suatu hal yang mustahil namun perkembangan zaman sudah menjadi suatu keniscayaan, di mana teknologi infor barumasi serta transformasi ilmu pengetahuan begitu cepat, Takluput dari perkembangan pemikiran ekonomi itu sendiri , mulai dari pemikiran Ekonomi Yunani kuno Aristoteles, Klasik, hingga pada pemikiran ekonomi moderen yang di pelopori oleh Adam Smith.
Dunia dewasa ini sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi, terutama Negara-negara maju, dan negara berkembang, kadang pertumbuhannya ekonomi menjadi tolak ukur dalam sebuah negara yang maju.
Sebut saja Indonesia yang masuk dalam 20 Negara yang memiliki ekonomi besar.

Namun pertumbuhan ekonomi tak begitu saja adanya tanpa adanya sumber daya alam yang memumpuni, terutama bahan mentah dan alat produksi. Nah di sini kita akan melihat bagaimana nilai guna barang dan nilai untung barang tersebut.
Pada kegunaan kadang korporasi tak melihat seberapa bagusnya kualitas barang produksi, namun mereka lebih kepada bagaimana bisa mendapatkan keuntungan.

Sehingga yang terjadi adalah ketimpangan dan ketidakadilan akan hadir di tengah- tengah masyarakat.
Hal ini lah yang di praktekkan dari dulu hingga sekarang, dimana Perdagangan selalu menghasilkan ketimpangan yang tak berkesudahan. Dewasa ini perdagangan internasional semakin meluas dimana semua negara berlomba-lomba untuk memproduksi segala surber daya alam untuk dijadikanya kebutuhan sehari hari. Dimana negara- negara yang ada di dunia, terkhususnya Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya yang begitu banyak. dan pemerintah Indonesia harusnya sudah siap dalam perdagangan internasional.

Tetapi yang kurang diperhatikan adalah ketimpangan dan ketidakadilan yang terjadi akibat perdagangan internasional maupun Perdagangan lokal. Di karenakan pemerintah tidak mampu mengontrol harga bahan produksi dan dalam perdagangan korporasi selalu melihat keuntungan daripada kugunaan barang yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Dalam pemikiran Aristoteles ia membedakan antara kegunaan dan keuntungan.
Dalam istilah spesifiknya ialah Oeconomia dan chrematistike.

Konsep Oeconomia dapat diartikan sebagai pengelolaan rumah tangga serta harta warisan seseorang juga dapat diartikan dengan penggunaan sumber daya yang cermat sedangkan.

Chrematistike. Merupakan kegiatan berdagangan, dimana dalam perdagangan, konsep kegunaan tidak digunakan, dan hanya berfokus pada keuntungan.

Hal ini menjadi problem tersendiri di tegah meningkatkan industri dan kemajuan teknologi hari ini, sehingga persaingan perdagangan pun semakin ketat dan produksi tak memperhatikan pasar. dimana masyarakat di jadikan sebagai individu yang selalu memikirkan bagaimana mendapatkan keuntungan. Nah ini akan melahirkan kesenjangan sosial dan terjadi ketidak Adilan dalam proses perdagangan. seharusnya pemerintah mengambil peran penting dalam mengevaluasi kebijakan dan memberikan regulasi yang megharuskan kepada para korporasi untuk bisa memperhatikan apa yang di jual dan apa manfaatnya kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat terpenuhi kebutuhannya.

 

Daftar pustaka :

https://id.wikipedi.org/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *