Gegara Surat Suara Basah, Ketua KPU Bantaeng Klarifikasi ke Bawaslu

oleh -

Laporan Jurnalis Bantaeng ; AM Dg Nappa

TOPIKterkini.com–Bantaeng—Insiden Surat suara basah akibat air rembesan Toilet, Ketua KPU Bantaeng Hamzar Hamna bersama Sekretaris KPU Ishak dan Stafnya penuhi undangan Klarifikasi Bawaslu Kabupaten Bantaeng Jalan DR. Ratulangi, Selasa malam 26 Maret 2019

Rombongan Ketua KPU, diterima tiga Komisoner Bawaslu Bantaeng “Mereka diundang untuk klarifikasi atas kerusakan sejumlah surat suara DPRD Provinsi kemarin”kata Ketua Bawaslu yang dikonfirmasi via ponselnya.

 

Ketua Bawaslu Muh. Saleh menepis keraguan masyarakat atas keamanan logistik dan surat suara ditempat penyimpanan KPU.

“AULA Husni Kamil Manik KPU Bantaeng sejak dijadikan tempat penyimpanan logistik surat suara dan formulir tidak lagi menjadi tempat yang bebas dimasuki orang dari luar, tempatnyapun dijaga ketat dari pihak keamanan” Kata Saleh. Yang membuat opini seperti itu suruh jalan jalan ke KPU, bebernya.

Selain itu kata Saleh, Aroma mendeligitimasi Penyelenggara sekarang juga mulai terasa di daerah ini. dengan insiden yang samasekali tidak ada unsur kesengajaan, dibesar-besarkan.” Sejak pemilu-pemilu sebelumnya ,AULA KPU selalu menjadi tempat penyimpanan surat suara, kenapa baru sekarang dipersoalkan..?”Ketus Saleh.

Insiden rusaknya surat suara menurut Komisioner Ansar Tubba yang ditemui di ruang kerjanya selasa siang kemarin mengatakan insiden itu tidak ada samasekali unsur kesengajaan.” Saya yakin dan percaya tidak ada seorangpun disini yang sengaja merusak, murni ini musibah”kata Ansar yang diamini Agusliadi Kordinator Divisi Hukum KPU Bantaeng.

Surat Suara yang telah disortir itu, dibungkus plastik kemudian dimasukkan ke Kardus, jelas Agusliadi. Surat suara yang basah, itu karena jatuh dari pembungkusnya. “Alhamdulillah Pak, untung saja di bungkus plastik sehingga dari 30 dos yang kena air hanya 62 surat suara yang basah itupun karena surat suara itu terjatuh keluar dari pembungkusnya”Tambah Agus.

Setelah dilakukan perawatan lanjut Agus, terdapat 62 Surat Suara jenis pemilihan DPRD Provinsi yang dipastikan rusak dan telah kami laporkan ke KPU Provinsi menyusul surat suara rusak hasil sortir petugas beberapa waktu yang lalu, kata Agus. (Ar)

Loading...