Ringankan Beban Warga, Perwira POLRI Asal Buteng Ini Muncul Bagai Dewa Penolong

oleh -
Kapolsek Gu, AKP Suriadin, S.Sos., MH yang dibantu oleh warga saat mengangkat jenazah La Ila dari speed boat di dermaga Wamengkoli.

Laporan Jurnalis Sultra: Anton

TOPIKterkini.com, BUTON TENGAH – Kondisi memilukan tak disangka menimpa keluarga La Uli dan Wa Uhi asal Desa Rahia, Kecamatan Gu, saat putera semata wayang mereka La Ila (12) meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palagimata Kota Baubau pada Selasa sore (23/04/2019). Pihak keluarga pun merasa kewalahan dan kebingungan memulangkan jenazah ke kampung (Desa Rahia), lantaran tak punya biaya untuk pembayaran ke pihak Rumah Sakit.

Tampak jenazah La Ila saat dimasukkan ke dalam mobil Patroli Polsek Gu oleh Kapolsek AKP Suriadin, S.Sos., MH yang dibantu warga, untuk selanjutnya diantar hingga ke rumah duka di Desa Rahia.

Hal itu senada dengan pengakuan tetangga almarhum yang juga merupakan Plt Kepala Desa Kamama Ilyas, saat dikonfirmasi via telepon selulernya oleh awak TOPIKterkini.com, Selasa malam (23/04/2019).

“Tadi sebenarnya pihak keluarga sudah mulai resah dan bingung bagaimana caranya untuk memulangkan jenazah (La Ila) di Rahia, karena orang tuanya lagi tidak punya apa-apa, tapi mungkin kuasa Allah SWT, tiba-tiba muncul pak Kapolsek Gu, langsung beliau yang urus pembayarannya di Rumah Sakit,” ucap Ilyas.

Ilyas menambahkan, kemunculan Kapolsek Gu tersebut terasa bagaikan Dewa Penolong bagi keluarga La Uli yang sedang dirundung duka dan himpitan ekonomi.

“Saya selaku tetangganya dan juga mewakili pihak keluarga, sangat berterima kasih semoga Allah SWT membalas amal kebaikan pak Suriadin (Kapolsek Gu, red), bayangkan kalau tidak datang pak Kapolsek Gu, kami tidak tau bagaimana jadinya, mau keluar dari rumah sakit tidak ada biaya, belum lagi untuk bisa sampai di Desa Rahia harus butuh ongkos,” tambahnya.

Kepala Desa Rahia, Andi Agus hendak dikonfirmasi, namun nomor Hand Phone (HP) yang bersangkutan sedang tidak dapat dihubungi.

Informasi yang berhasil dihimpun, ayah almarhum bernama La Uli saat ini merantau di Kota Ambon, Provinsi Maluku, mencari nafkah keluarga sebagai pengayuh becak, sedangkan ibu almarhum nama Wa Uhi juga hanya sebagai ibu rumah tangga.

Saat ditemui awak media ini, Kapolsek Gu AKP Suriadin, S.Sos., MH mengaku merasa prihatin dan tersentuh saat mendengar bahwa, keluarga almarhum dari kalangan ekonomi kebawah dan tak bisa berbuat apa-apa untuk mengeluarkan jenazah almarhum dari RSUD Palagimata.

“Tadi kebetulan saya lagi antar istri menyebrang ke Baubau, tiba-tiba anggota saya Bripka Nasrin menelpon kalau ada warga Desa Rahia yang meninggal di RSUD Palagimata, mau dipulangkan ke kampung tapi tidak ada biaya untuk bayar administrasi di Rumah Sakit,” ujarnya.

Dikatakannya pula, selaku Kapolsek Gu, ia merasa terpanggil secara nurani kemanusiaan untuk membantu warga yang susah seperti ini, apalagi Desa Rahia masuk dalam cakupan wilayah hukum Polsek Gu.

“Setiap kali saya membantu masyarakat tidak ada tendensi lain, semata-mata saya ikhlas hanya karena Allah Ta’ala, warga yang sudah susah kalau kita tidak bantu kasian mereka, saya sendiri merasa tidak tega kalau hanya melihat begitu saja,” kata dia.

Tak sampai disitu, setelah berhasil mengeluarkan jenazah (La Ila) dari RSUD Palagimata, pria asal Kecamatan Talaga, Kabupaten Buton Tengah ini juga mengantar jenazah untuk penyeberangan dari dermaga jembatan batu ke Wamengkoli dengan menggunakan ‘speed boat’. Selanjutnya, dari Wamengkoli jenazah langsung diantar sendiri oleh sang Kapolsek menggunakan mobil Patroli Polsek Gu hingga ke rumah duka di Desa Rahia, Kecamatan Gu.

Publisher: Darman

Loading...