Dituding Hamili Perempuan Asal Konut, Ini Penjelasan Andri Ovianto

oleh -

Laporan Jurnalis Sultra : Darman

TOPIKterkini.com, Kendari — Terkait pemberitaan yang di muat di salah satu media online MediaKendari.com yang menyatakan “Dituding Hamili Perempuan Asal Konut, Oknum Mengaku Wartawan Dilapor Ke Polisi “, dengan ini saya bantah bahwa Semua itu tidak benar. Dan terkait surat pengaduan mereka dipolres kendari tanggal 2 mei 2019 bahwa saya menyuruh saudari RT menggugurkan kandungannya itu bohong besar.

Hal tersebut, di ungkapkan Andri Ovianto, melalui Press Release yang dikirim melalui Whatshapp, Senin (6/5/19)

“Saya punya bukti massangger bahwa dia sendiri yang menggugurkan kandungannya. “Jujur z takutmi temuan alsx tu hari kita habis ketemu kamu pergi tanpa pesan akhirnya z hamil 3 bulan, z gugurin apa kata orang anak tu lahir tanpa bapak. ” itu bunyi chat dia lewat massangger”

Kronologis kejadian :
Awalnya sekitar bulan agusutus 2018 saya ketemu degan saudari RT dan saya keluar jalan-jala terus saya mampir di wisma kaisar. Kurang lebih 2 jam kami istiraht di wisma dan melakukan hubungan tersebut tanpa ada unsur paksaan…setelah selesai saya antar di rumahx di jalan mekar.

Tanggal 31 maret 2018 dia chat saya kalau dirinya lagi hamil, awalnya saya tidak percaya karena sebelumnya dia chat saya kalau dia gugurkan.

Karena pihak keluarganya mendesak akhirnya saya ke konawe dan keluarga saya, di konawe sy jelaskan saya siap bertanggung jawab kalau itu anak saya, tapi saya harus USG dulu ke dokter untuk memastikan usia kandungan RT.

Tgl 15 April 2019 saya bawah dia ke dokter praktek Rumah sakit korem, dari hasil USG dokter mengatakan usia kandunga RT baru 27 minggu ( 6 Bulan lebih ) dan terakhir haid bulan 10. Dokter memprediksi RT melahirkan di pertengahan bulan Juli 2019. Ini kan aneh, saya berhubungan di bulan agustus harusnya dia melahirkan di bulan ini ( Mei 2019 ).

” Saya akan bertanggung jawab jika itu hasil perbuatan saya, tapi jika bukan perbuatan saya maka saya akan lapor balik terkait pencemaran nama saya, apalagi sudah di muat disalah satu media online Mediakendari.com yang notabene adalah sepupu korban.

Pimpred Mediakendari.com berteman degan saya di whatsapp bahkan saya sudah menjelaskan kronologisnya, tapi dalam pemberitaannya justru saya di pojokkan, bahkan klarifikasi saya tidak dimuat sepatah kata dalam berita tersebut.

Seharusnya sebagai media dia harus profesional dan berimbang dalam memuat pemberitaan.

Loading...