Mau Pertanyakan Soal Situasi Kamtibnas Usai Pemilu 2019, Kapolres Dairi Blokir Nomor Wartawan, Ini Tanggapan DPD SPRI Sumut

oleh -

Laporan Jurnalis Kota Medan: Leo

TOPIKterkini.com, Medan – Kapolres Dairi AKBP Erwin Wijaya Siahaan lagi lagi memblokir nomor handphone wartawan yang menghubunginya, hal tersebut dikatakan Leo depari seorang wartawan media online di sumatera yang utara.

Leo menjelaskan bahwa pada tanggal 09/5/2019 dirinya ingin mengkonfirmasi kepada Kapolres Dairi mengenai suatuasi khabtimas pada saat usai dilaksanakan nya pemilu 2019 di wilayah hukum Polres Dairi, namun hal tesebut tidak dapat ia pertanyakan dikarenakan orang nomor satu di polres tersebut langsung seketika memblokir WhatsApp pribadinya.

Saya heran, tak tau saya kenapa beliau langsung memblokir nomor saya , saya tidak bisa menghubunginya , padahal saya ingin tanyakan situasi pasca pemilu di kabupaten dairi.

Mendapatkan kabar tersebut, Devis Karmoy, S.Sos., M.I.Kom, Jurnalis, Anggota Dewan Pers Indonesia (DPI) Sumatera Utara, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Serikat Pers Indonesia (DPD SPRI) Sumut langsung angkat bicara kepada awak media.

“Semestinya sebagai Pejabat Negara Kapolres keliru kalau dikonfirmasi wartawan lantas memblokir nomor wartawan. Karena sudah menjadi tugas wartawan untuk mengkonfirmasi kepada pejabat terkait tugas pokoknya, sehingga publik dapat mengetahui situasi Kamtibmas di wilayahnya. Dan itu sah”. Sebut Devis.

“Dan juga agar menjaga bahan berita wartawan yang di tulis menjadi berimbang (cover booth side), “Ya tugas Kapolres sebagai pengayom masyarakat ya wajib melayani kebutuhan informasi yang dikehendaki publik, Pekerja pers tugasnya menggali informasi untuk diolah lalu disampaikan kepada publik”. Kita prihatin jika hari ini masih ada oknum Kapolres yang suka memblokir nomor wartawan, ada apa dengan Kapolres tersebut ungkapnya menghakhiri.

Terpisah, Kapolres Dairi AKBP Erwin Wijaya Siahaan, saat di konfirmasi ulang mengenai hal pembelokiran tersebut ke nomor pribadi miliknya (9/5/19) mengatakan “Sorry salah pencet”, Singkatnya Melalui Sms.

Loading...