oleh

Peringatan HUT Buteng ke-5 Tetap Meriah

TOPIKterkini.com, BUTON TENGAH – Meskipun tanpa kehadiran Bupati H. Samahuddin, SE, acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) yang ke-5 tetap berlangsung meriah. Hal ini merupakan bukti kepedulian dan kekompakan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama elemen masyarakat dalam merayakan hari jadi Buton Tengah paska dimekarkan sebagai daerah otonomi pada 2014 lalu.

Peringatan HUT Buteng yang ke-5 kali ini dikemas melalui festival ‘Kalenteano Liwu’ yang mana acara pembukaannya dibuka langsung oleh Wakil Bupati Buteng Kapten Inf. (Purn) La Ntau. Rangkaian peringatan HUT Buteng diselenggarakan selama enam hari, mulai tanggal 18 sampai 23 Juli 2019, bertempat di lapangan J. Wayong Lombe.

Pada acara pembukaan yang digelar belum lama ini (17/07), turut hadir diantaranya, Wakil Bupati Buteng Kapten Inf. (Purn) La Ntau, Direktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia (RI) Dra. Popy Safitri, para Staf Ahli, Asisten, para Kepala OPD, para Camat, Ketua Penggerak PKK Kabupaten Buton Tengah Ny. Jusniar Samahuddin, A.Md.Keb, Para Kapolsek, Danramil, para Lurah/Kepala Desa, pihak Bank Sultra, pihak BRI, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta acara disaksikan oleh ribuan masyarakat yang memadati lapangan J. Wayong Lombe.

Berdasarkan laporan Ketua Panitia Drs. La Angkata, terdapat 41 stand yang turut meramaikan perayaan HUT Buteng dengan rincian: OPD 31 stand, Setda 1 stand, Dekranasda Kabupaten Buton Tengah 1 stand, pihak Kecamatan 4 stand, Bank Sultra 1 stand, BRI 1 stand, Polsek 1 stand, serta KNPI dan Pers 1 stand.

Direktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia (RI) Dra. Popy Safitri dalam sambutannya menyebutkan bahwa, Buton Tengah ibarat batu permata yang belum diasah. Melalui kreativitas kata dia, Kabupaten Buteng akan menjadi tempat yang sangat menarik untuk dikemas.

“Kami dari Badan Ekonomi Kreatif RI siap membantu, kami banyak program lain, dan kami butuh teman-teman muda disini seperti komunitas fotografi, vidiografi, seni pertunjukkan tari dan musik. Di Badan Ekonomi Kreatif kami mengurus 16 sub sektor ekonomi kreatif, kami berharap, mumpung Buton Tengah masih baru, bisa segera mendata potensi ekonomi kreatif yang sesuai dengan keadaan masyarakatnya,” sebutnya.

Dipaparkannya, ekonomi kreatif adalah perwujudan nilai tambah dari kekayaan intelektual yang bersumber dari kreativitas manusia, dan kesemuanya itu harus bersumber dari warisan budaya, ilmu pengetahuan serta teknologi.

“Saya berharap, ekonomi kreatif bisa dikembangkan di Buton Tengah ini, karena saya melihat potensinya sangat luar biasa,” ujar Popy Safitri.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Buteng Kapten Inf. (Purn) La Ntau menyampaikan bahwa, semangat dan harapan masyarakat untuk memperingati hari jadi Kabupaten Buton Tengah harus selalu direspon oleh pemerintah daerah.

“Untuk itu maka kami atas nama pemerintah Daerah bertekad, setiap tahunnya akan melaksanakan kegiatan seperti ini secara bergilir di setiap Kecamatan, tahun ini di Kecamatan Gu, pada tahun berikutnya akan diadakan di Kecamatan yang lain, ini memang harus digilir karena sudah merupakan kesepakatan kita bersama, untuk itu marilah kita bersama-sama memeriahkan dan menjaga ketertiban acara ini hingga selesai,” ucapnya.

Dipaparkan pula, saat ini Kabupaten Buton Tengah baru berusia 5 tahun, ini merupakan suatu perjalanan usia yang relatif muda. Meskipun demikian, pemerintah Kabupaten Buton Tengah telah meraih beberapa prestasi, diantaranya dua kali meraih predikat WTP, dan belum lama ini Buteng melalui Kelurahan Watulea, Kecamatan Gu ditetapkan sebagai juara I dalam lomba Kelurahan se-Provinsi Sulawesi Tenggara. Beberapa prestasi tersebut kata La Ntau, bisa diperoleh berkat usaha dan kerjasama seluruh stake holder di jajaran pemerintah Kabupaten Buton Tengah dibawah kepemimpinan SAMATAU (Samahuddin-La Ntau).

“Ini adalah kebanggaan sekaligus merupakan tantangan, karena kerja belum selesai, kita masih harus mempersiapkan diri untuk mewakili Provinsi pada tingkat nasional. Apa yang telah disampaikan oleh Direktur Bekraf tadi merupakan tantangan bagi kita semua, termasuk para OPD dan seluruh stake holder yang ada, bagaimana agar bisa sama-sama memajukan daerah kita dengan melakukan lobi ke tingkat pusat,” paparnya.

Mantan perwira TNI Angkatan Darat ini juga menghimbau seluruh pegawai negeri yang ada di Kabupaten Buton Tengah ini agar tidak bermalas-malasan dalam menajalankan tugas sebagai abdi negara, apalagi gaji seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) bersumber dari uang rakyat yang dikelola oleh negara. Melalui kesempatan itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidak hadiran Bupati Buteng H. Samahuddin, SE pada acara pembukaan HUT Buteng ke-5.

“Pada kesempatan ini, saya juga menyampaikan permohonan maaf, pak Bupati tidak bisa menghadiri acara pembukaan HUT Buteng ini karena ada dinas luar atau ada pertemuan di Kendari yang tidak bisa diwakili oleh siapa pun, sehingga beliau tidak bisa bersama-sama kita dalam acara ini,” ungkapnya.

Wakil Bupati Buteng ini juga berharap, agar seluruh pemuda dan masyarakat Buteng dapat membantu pihak TNI/Polri dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban sampai selesainya kegiatan.

“Berhubung personil TNI/Polri di Buton Tengah ini sangat terbatas, maka diharapkan kepada tokoh-tokoh pemuda dan seluruh elemen masyarakat, mari kita sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban sampai berakhirnya acara ini pada tanggal 23 Juli nanti,” harapnya.

Usai acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan mengecek kesiapan beberapa stand. Saat ditanya terkait tampilan stand yang didirikan oleh tiap-tiap OPD, Wakil Bupati Buteng ini menilai bahwa masing-masing OPD sangat antusias dalam perayaan HUT Buteng, meskipun masih ada beberapa OPD yang kesiapannya perlu ditingkatkan.

“Kalau saya melihat, stand para OPD sudah cukup bagus, masing-masing stand punya keunikan dan keindahan tersendiri, ini menandakan bahwa mereka telah siap memperingati HUT buteng, meskipun tadi ada beberapa stand yang masih perlu ditingkatkan lagi bila dilihat dari segi tampilan,” pungkasnya. (**)

Laporan Jurnalis: Anton Buteng

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed