oleh

Pengurus Baru KNPI Takalar Periode 2019-2022 Resmi Dilantik

TAKALAR,TOPIKterkini.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Takalar periode 2019-2022, resmi dilantik oleh ketua DPD KNPI Sulsel Imran Eka Saputra di Tribun Alun-alun Makkatang Dg Sibali, Minggu (22/9/2019) malam.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Takalar H.Syamsari Kitta, Kajari Takalar Saiful Bahri, Ketua DPRD Takalar Muh.Darwis Sijaya, perwakilan Polres Takalar, Perwakilan Dandim, Sekda Takalar H.Arsyad, Ketua DPD KNPI Sulsel Imran Eka Saputra, Sekretaris KNPI Sulsel Elly Oscar, Ketua KNPI Takalar demisioner yang sekarang menjabat ketua majelis pemuda Indonesia (MPI) KNPI Takalar Yardi.

Hadir juga Mantan-mantan Ketua dan fungsionaris KNPI Takalar, Pengurus DPK dan OKP, serta undangan dari instansi dan komunitas pemuda sekabupaten Takalar. Selain pelantikan, juga dirangkaikan dengan pemberian cindera mata, kepada semua mantan ketua KNPI Takalar dari periode pertama sampai periode lalu.

Ketua DPD KNPI Takalar, Asriadi Ali dalam sambutannya menyampaikan, gagasan besar kepengurusan KNPI Takalar adalah creative colaboration. Kolaborasi Pemuda diharapkan bisa terjalin, karena pemuda dikenal sebagai manusia yang kreatif dan inovatif.

Menurutnya, Pemuda Takalar memiliki potensi yang berbeda sehingga dibutuhkan kolaborasi satu sama lain untuk membangun KNPI, serta berkonstribusi dalam pembangunan daerah.

Sementara itu, Bupati Takalar H.Syamsari Kitta dalam sambutannya berharap, KNPI jangan bernostalgia dengan patron masa lalu. Karena menurutnya, itu hanya membuat kita masuk dalam siklus penuaan dini.

“Saya berharap KNPI tidak masuk dalam siklus manusia yang mengalami penuaan dini, karena sangat terikat dengan patron masa lalu, baik dalam isu pekerjaan, politik ataupun sosial kemasyarakatan,” ungkap H.Syamsari Kitta.

Manusia yang mengalami siklus penuaan dini, ditandai dengan orang yang sibuk mendiskusikan dan baper dengan masa lalu. Karena saat ini orang konsen dengan masa depan dengan prinsip Future is Now.

“Saya kira tema kolaborasi dan kreatifitas sangat tepat, dan harapan saya kita harus berfikir kreatif,” tambahnya.

Menurut mantan anggota DPRD Sulsel ini, Dengan berfikir kreatif, pemuda mampu menciptakan patron bisnis yang menghasilkan uang banyak.

Pemuda harus berkolaborasi untuk menciptakan dan menemukan solusi bagi Indonesia yang memiliki umur produktif yang lebih besar dari umur yang menjadi beban, yang dikenal dengan bonus demografi.

Dalam kondisi bonus demografi seperti ini, pemuda membutuhkan pekerjaan, dan tidak mungkin kita mengandalkan belanja pemerintah untuk mencukupi kebutuhan mereka, maka kreatifitas itu sangat dibutuhkan. Karena itu Syamsari mengajak KNPI Takalar untuk mencontoh kreatifitas penemu facebook, whatsapp, Gojek, Grab dan patron bisnis lain yang mengandalkan teknologi informasi.

(Al)

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed