oleh

Sempat Baku Tembak, Tentara membunuh Anggota kelompok Separatis OPM Papua

TOPIKTERKINI.COM – PAPUA: Tentara menembak mati seorang pemberontak (OPM) separatis di provinsi bergolak Papua setelah serangan terhadap helikopter militer yang memicu baku tembak, kata militer, Sabtu.

Keamanan telah ditingkatkan di seluruh provinsi, tempat pemberontakan tingkat rendah yang sporadis meluas selama beberapa dekade.

Juru bicara militer setempat Dax Sianturi mengatakan kepada media bahwa pemberontak separatis kehilangan helikopter, yang membawa lima orang.

BACA JUGA: Sejarah Singkat Kerajaan Yang Pernah Berkuasa di Sinjai

Tetapi serangan itu memaksa helikopter itu, yang akan mendarat di lapangan terbang di distrik Mugi di Kabupaten Nduga, untuk kembali ke pangkalannya di Kabupaten Mimika, katanya.

“Para prajurit yang menjaga lokasi pendaratan terlibat dalam kontak senjata selama 15 menit,” katanya, seraya menambahkan bahwa tidak ada korban tentara.

Militer mengatakan para penyerang terkait dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) separatis, yang berada di belakang serangkaian penembakan yang menargetkan pasukan keamanan di wilayah tersebut.

BACA JUGA: Raja Kerajaan Lampung Barat Kunjungi Kediaman Raja Gowa ke 38

Desember lalu, pria bersenjata separatis di Nduga menewaskan 19 pekerja konstruksi yang membangun jembatan sebagai bagian dari Jalan Raya Trans-Papua, salah satu proyek infrastruktur andalan Presiden Joko Widodo.

Kepala polisi Papua Paulus Waterpauw mengatakan kantornya telah mengerahkan 3.000 personel untuk mengintensifkan patroli, termasuk di kubu pegunungan kelompok-kelompok separatis.

Pemimpin pro-kemerdekaan Markus Haluk mengatakan kepada media bahwa kelompoknya, Gerakan Bersatu Pembebasan untuk Papua Barat, telah menyerukan “doa pemulihan” pada 1 Desember, mengutip lusinan kematian akibat kerusuhan baru-baru ini di wilayah tersebut.

BACA JUGA: 19 Tewas saat Bus terjun dari Jembatan ke Sungai

Protes massa dan kerusuhan antara Agustus dan September menyebabkan pembunuhan lebih dari 30 orang dan seruan baru untuk referendum kemerdekaan.

“Kami akan terus maju dengan memperjuangkan hak kami untuk menentukan nasib sendiri melalui referendum untuk kemerdekaan Papua,” kata Haluk.

Papua, bagian barat pulau New Guinea, menyatakan diri merdeka dari pemerintahan kolonial Belanda pada 1 Desember 1961.

BACA JUGA: Usus Pengendara Motor di Bone Terburai usai Tabrakan dengan mobil Avanza

Tetapi Indonesia secara resmi mengambil alih wilayah itu pada tahun 1969 setelah pemungutan suara yang didukung PBB secara luas (AN)

Editor: AzQ

 

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed