oleh

Terkait Penahanan Wartawan Berita News, Solidaritas Jurnalis Jeneponto Desak Dewan Pers Angkat Bicara

TOPIKTERKINI.COM – JENEPONTO: Belasan Jurnalis di Kabupaten Jeneponto yang mengatasnamakan Forum Solidaritas Jurnalis Jeneponto (SJJ) menggelar aksi damai.

Aksi berlangsung di Jalan Lanto Dg Pasewang, Kelurahan Empoang Kota, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Kamis (6/2/2020).

Kordinator aksi Dedy mengatakan dalam Forum Solidaritas Jurnalis Jeneponto, ini merupakan panggilan nurani untuk menyuarakan kebebasan pers di indonesia.

Ia berharap, agar rekannya yang di tahan di Mapolda Sulsel, terkait pemberitaan untuk segera dibebaskan. Menurutnya itu sudah kriminaliasi Jurnalis.

“Apa yang kita suarakan hari ini, bentuk solidaritas. Ini merupakan aksi damai. Dan mendesak Dewan Pers harus melakukan kajian hukum dan memberikan pendampingan hukum kepada Muh Asru,” ujar Dedi Jurnalis Sulselsatu.com diamini Nasir

Selain itu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Badan Advokasi Investigasi Hak Azasi Manusia (Bain Ham RI) di Makassar sangat menyangkan kasus yang menjerat Muh Asrul Wartawan Berita.news.com di Polopo Sulsel, yang sementara ditahan di Polda Sulsel.

“Sangat menyayangkan penahanan Muh Asrul di Polda Sulsel, yang berprofesi sebagai Jurnalis,”ujar Djaya Jumain, Wakil Ketua Umum (OKK) DPP Bin Ham RI yang juga mantan Kordinator Advokasi Perhimpunan Jurnalis Indonesia ( PJI ) Sulawesi Selatan.

Menurut ,Djaya seharusnya pelapor Farid Kasim Judas yang juga putra Walikota Palopo harusnya mengunakan hak jawab terkait berita dugaan korupsi bukan dengan tindakan melaporkan jurnalis ke Polda Sulsel dengan menerapkan UU ITE.

Kata dia, Kerja-kerja jurnalis secara jelas dan konkret telah tertuang dalam UU No. 40/1999 tentang Pers sehingga segala bentuk tindakan yang berkaitan dengan kerja-kerja dan karya junalistik seharusnya menggunakan UU Pers dan menjadi rujukan dan pembanding bagi penegak hukum.

Djaya Jumain yang juga mantan Wartawan KBR 68 H Jakarta ,RCTI dan KompasTv ini meminta Kapolda Sulsel membebaskan Muhammad Asrul dari tahanan dan lebih baik menyelesaikan kasus tersebut dengan jalan mediasi dan damai.

“Apabila penahanan Muhammad Asrul terus dilanjutkan maka akan menjadi preseden buruk bagi kebebasan berpendapat dan sangat bertentangan dengan UU nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyatakan Pedapat di Muka Umum dan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers,”

Berikut tuntutan Forum Solidaritas Jurnalis Jeneponto (SJJ)

1. Dewan Pers harus melakukan kajian hukum & pendampingan hukum kepada Muhammad Asrul.

2.Dewan Pers selaku lembaga resmi yang menaungi media massa & jurnalis menelaah kembali pelaksanaan UU Pers sebagai rujukan hukum media massa & jurnalis di seluruh Indonesia demi menjamin keberlangsungan media massa & kepastian hukum jurnalis di seluruh Indonesia. Dimana Peranan Dewan Pers Sebagaimana yang di atur dalam UU Pokok Pers no 40 tahun 1999. Bab V pasal 15 dalam upaya mengembangkan kemerdekan Pers dan meningkatkan kehidupan Pers Nasional.

a. Memberikan pertimbangan dan mengupayakan penyelesaian pengaduan masyarakat atas kasus-kasus yang berhubungan dengan pemberitaan pers. Dan mengembangkan komunikasi antara pers, masyarakat, dan pemerintah.

b. Melindungi kemerdekaan pers dari campur tangan pihak lain;

c. Melakukan pengkajian untuk mengembangkan kehidupan pers.

3. Pasal 8 UU no 40 tahun 1999, jelas dalam menjalankan aktivitasnya wartawan mendapatkan perlindungan hukum.

4. Kapolda Sulsel mempertimbangkan kembali keputusan penahanan Muhammad Asrul.

5. Seluruh media & rekan-rekan wartawan bersatu melawan segala bentuk upaya & tindakan kriminalisasi jurnalis.

6. Apabila tuntutan ini tidak diindahkan, maka rekan-rekan jurnalis akan terus menerus melakukan aksi solidaritas mengawal dan menuntut pembebasan Muhammad Asrul.

7. Jika kasus ini dilanjutkan akan menjadi preseden buruk bagi kebebasan berpendapat & sangat bertentangan dengan UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyatakan Pedapat di Muka Umum & UU No. 40 Tahun 1999.

Laporan: Djumatang

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed