oleh

Program pengadaan sumur BOR di Desa Barana Disorot, Inspektorat Jeneponto diminta Periksa Bukti Fisik

TOPIKTERKINI.COM – JENEPONTO: Dengan adanya beberapa titik pengadaan sumur Bor di dusun Mattoangin Desa Barana Kec. Bangkala Barat Kab. Jeneponto yang dikejakan oleh kepala Desa Barana Asrul Bali  yang Sumber dananya dari anggaran Dasa Desa (DD) pada tahun angggaran 2018 dan tahun angggaran 2019, dan Sumur Bor tersebut disorot oleh warga. Maka Inspektorak Kab. Jeneponto diminta turun kelapangan untuk memeriksa bukti fisik

Dengan adanya beberapa titik pengadaan sumur Bor di dusun Mattoangin Desa BaranaDari hasil pantaun dilapangan koresponden topikterkini.com, Minggu (09/02/2020) jam 09.00 wita Ditemukan di wilayah dusun Mattoanging ada beberapa titik sumur  Bor, ada sumur yang ada Airnya dan juga sumur Bor yang tidak ada airnya, Akibatnya sumur Bor yang tidak ada Airnya dinilai Mubaksir Karena tidak difungsikan dan tidak bermanfaat bagi warga

Adapun sumur bor yang sudah dikerjakan tetapi tidak difungsikan oleh warga karena tidak Ada airnya, salah satunya di sawah milik dg. tompo tahun angggaran 2019, dan disawah milik dg. Tiro tahun anggaran 2019

Sumur Bor tersebut hanya Ditembok di bagian atas Ukuran satu kali satu meter dan memakai selang pengisap air

Selain Tidak ada airnya, juga pada waktu dikerjakan semua  sumur bor yang dikejakan oleh kepala desa barana Asrul Bali Tidak dipasangi papan informasi dan anggarannya Diduga  Markup

Kartini warga Dusun Mattoangin ketika Ditanya, membenarkan pada tahun anggaran 2018 dan tahun anggaran 2019 ada beberapa titik sumur Bor yang dikejakan oleh kepala Desa Barana Asrul Bali. dan sumur bor yang dikerjakan ada yang banyak airnya dan ada juga yang kurang air seperti sumur Bor dangkal yang di BOR dibelakang rumah saya “Ungkap kartini”

Di hari yang sama, Salah seorang warga Dusun Mattoanging Desa Barana yang menolak untuk dituliskan namanya didalam pemberitaan ini ketika ditemui mengatakan bahwa, mengenai program sumur bor di desa barana yang kami lihat dari tahun 2018 ada sebanyak 7 titik sumur bor itu hanya ada 3 hingga 4 sumur yang ada airnya dan selebihnya bahkan bisa dikatakan tidak bermanfaat sama sekali untuk warga

Sedangkan tahun 2019 yang pengerjaannya ada yang masuk di bulan januari hingga Februari 2020 itu pun ada sekitar 3 sampai 4 sumur bor yang tidak menghasilkan air sehingga dinilai tidak ada asas manfaat untuk warga masyarakat

Selain itu, penempatan titik sumur bor yang dibuat tanpa melalui musyawarah dengan warga, yang sebelumnya saat direncanakan diadakan musdus di masjid, tapi setelah dikarjakan tidak ada lagi musyawarah terkait penempatan titiknya, dan karena tidak adanya papan informasi sehingga masyarakat menjadi bingung, tidak tahu ini pembuatan sumur pribadi atau sumur dari program desa. ucapnya

Sementara itu, Kepala Desa Barana Kecamatan Bangkala Barat Kab. Jeneponto Provinsi Sulawesi selatan Asrul Bali ketika dikonfirmasi melalui telpon selulernya mengatakan bahwa pada tahun angggaran 2018 sebanyak 7 (tuju) titik sumur Bor yang dikejakan di dusun Mattoanging dan pada tahun 2019 ada lagi sebanyak 8 (Delapan) titik di Dusun Mattoangin dan dalam satu titik sumur Bor anggarannya Rp.15 juta (Lima Belas juta rupiah)

Dan adanya beberapa titik sumur BOR yang sudah dikerjakan Tetapi Tidak ada airnya itu bukan kesalahan saya sebagai kepala desa barana Tetapi itu kesalahan warga, karena waktu selesai dikerja kalau memang tidak ada airnya kenapa mesti tanda tangan disurat berita acara penyerahan (hibah)”Ujar Asrul Bali”

Ketika Ditanya kepala Desa Barana Asrul Bali waktu dilakukan pengeboran sumur Bor dangkal Disawah warga dan disamping rumah warga apakah alat sumur Bor yang kita pakai milik pribadi atau milik orang lain, jawabawan Asrul Bali alat Bor yang saya pakai milik pribadi.tutupnya

Laporan: Djumatang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed