MAKASSAR

Alumni Ika SMAN 3 Makassar Angkatan 80 sampai 85 Hadiri Ta’zia ke 40 di rumah Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar

361
×

Alumni Ika SMAN 3 Makassar Angkatan 80 sampai 85 Hadiri Ta’zia ke 40 di rumah Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar

Sebarkan artikel ini
Alumni Ika Smaga SMAN 3 Makassar Angkatan 80 sampai 85 Hadiri Ta'zia ke 40 di rumah Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar

TOPIKTERKINI.COM – MAKASSAR: Ta’zia malam ke 40  Almarhum H. Baso Sikki di rumah anggota Komisi B DPRD Kota Makassar dari Fraksi PPP Hj. Muliati di Jalan Baji Dakka Makassar, sabtu 22/02/2020

Alumni Ika Smaga SMAN 3 Makassar Angkatan 80 sampai 85 Hadiri Ta'zia ke 40 di rumah Anggota Komisi B DPRD Kota MakassarHadir di acara Ta’zia, para alumni Ika Smaga (SMAN 3 MAKASSAR) dari angkatan 80 sampai 85, diantaranya, H. Burhamsah (81), Andi Budi Pawawoi (80), Susilawati Salman (82), Rinal M (84), Chairil H. Surur (85). Ustadz H. Amri, S.Sos serta jama’ah lainnya’. Sementara Munafri Arifuddin, SH (APPI) hanya datang sejenak untuk bertemu Hj. Muliati sebagai koleganya. Sebelum acara Ta’zia dilaksanakan.

Ustadz H. Amri, dalam tauziahnya mengatakan, Almarhum H. Baso Sikki (ayahanda ibu Hj. Muliati) meninggal pada usia 97 tahun. Artinya 3 tahun lagi sudah 1 abad. Biasanya masa muda beliau banyak hal-hal perbuatan kebaikan yang tidak diketahui anak-anaknya almarhum.

“Sejak jenasah masuk di liang kubur dari hari 1 sampai ke 40 yang hilang dari jasadnya, pertama wajahnya, kedua ususnya dan ketiga kemaluan.” kata ustadz Amin.

Hal lain yang disampaikan Ustadz Amin, agar selalu mengirimkan doa kedua orang tua. Jangan pernah putus dari doa anak ke orang tua kita. Bahkan jika diantara kita yang hadir masih ada orang tua, dan punya kemampuan sebaiknya hajikan dan umrohkan orang tua kita.

Seusai tauziah salah satu dari Alumni Ika Smaga angkatan 1980 Andi Budi Pawawoi, oleh Hj. Muliati selaku tuan rumah, mendaulat dan memperkenalkan seniornya untuk menyampaikan niatnya untuk bertarung di Pemilihan Walikota Makassar Tahun 2020.

Andi Budi hanya bercerita soal kenangannya di daerah Baji Dakka semasa kecilnya, sering bermain bola, bahkan ibunya sering pasar di Pamos.

“Saya hanya ingin merubah kota kelahiran yaitu Kota Makassar. Untuk itu, saya mencalonkan diri dari jalur independen. Minta doa dan dukungan ta,” ajak Andi Budi
(RK).

Penulis: Rachim Kallo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *