oleh

Cara MAN Jeneponto Menghadapi Social Distancing

TOPIKterkini.com-Jeneponto- Menghadapi pendemi Covid-19 pemerintah Indonesia telah mengeluarkan edaran pembatasan sosial. Termasuk diantaranya memindahkan tempat belajar siswa dari gedung persekolahan kedalam rumah masing-masing.

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Jeneponto yang juga ikut menjalankan edaran tersebut memindahkan kelas belajar peserta didiknya dari sekolah kerumah. Namun demikian proses belajar mengajar tetap berlangsung.

Nurul Eka Pratiwi salah seorang tenaga pendidik yang bertugas di MAN Jeneponto menyiasati edaran tersebut dengan memberikan metode belajar pada siswa didikannya dengan berbasis web tool.
“Saya menggunakan web tool quiziz untuk memberikan siswa tugas, jadi web tool itu punya durasi masa aktif misalnya pukul 09.00 sampai pukul 11.00, jika web tool itu diakses melebihi jam tersebut maka link dari web tool tersebut otomatis akan ekspired” ungkapnya via whatsapp (20/03/2020) .

Sistem pengontrolan yang diterapkannyapun dapat dilakukan menggunakan web tool tersebut.
“Jadi pada dashboard quiziz itu, saya juga bisa melihat siapa saja siswa yang telah berpartisipasi mengerjakan soal tersebut, berapa kali si siswa melakukan percobaan dan berapa jumlah total partisan yang ikut” Ungkap Nunu sapaan akrabnya.

Beda halnya dengan Sri Wiwiyanti seorang guru matematika yang juga bertugas pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Jeneponto, menurutnya untuk mata pelajaran yang di ampuhnya metode yang lebih tepat adalah memberikan visualisasi kepada peserta didik.
“Bagi saya yang membawakan mata pelajaran matematika metode yang saya gunakan adalah dengan membuat video mengerjakan soal lalu mengirimkannya kedalam group WhatsApp, jika tidak menggunakan visualisasi untuk mapel matematika saya pikir akan sangat susah bagi siswa untuk mengerjakan soal yang ada”, jelasnya melalui telepon seluler.

Sri Wiwiyanti juga mengungkapkan jika siswa yang dididiknya sangat antusias untuk belajar, hal itu terbukti dengan beberapa kali siswa menanyakan untuk belajar during.
“Beberapa siswa sangat antusias untuk belajar dengan metode daring seperti ini, saya katakan seperti itu karena tidak jarang siswa meminta tambahan jam belajar dan sebagai pendidik saya menfasilitasinya”, ujarnya sebelum mengakhiri telepon.

Berdasarkan informasi yang ada, kebijakan pembatasan sosial ini akan berlangsung selama 14 hari kedepan.(*) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed