oleh

Hari Pertama Lockdown Pemerintah kota kendari dapatkan Sorotan

TOPIKTERKINI.COM -KENDARI | Kebijakan walikota kendari yang tertuang dalam nomor : 443.I/1233/2020 tentang melakukan total aktivitas dalam rumah selama tiga hari(10-12 april 2020) dalam rangka memutus mata rantai penyebaran corona virus disease (covid-19) di kota kendari menuai sorotan

Sekertaris advokasi hukum dan ham fakultas peternakan Muh syukran aliyafi yufri kepada media ini mengatakan bahw, Kebijakan ini dinilai terkesan mendadak dilakukan dan ikut ikutan, sebab persiapan pemerintah kendari dalam melalukan PSBB selama tiga hari tidak komferensif

Walikota kendari melarang seluruh masyarakat kendari untuk beraktifitas di luar rumah, belanja di pasar di larang, ketika di temukan keluar, masyarakat kendari akan di tegur oleh pihak polisi dan TNI.

Yang menjadi persoalan adalah sudahkah pemerintah kota kendari menyiapkan logistik untuk masyarakat selama masa isolasi diri selama 3 hari atau subsidi apa yang telah di berikan untuk masyarakat kota kendari? kalaupun sudah di siapakan logistik kenapa batas waktu isolasi diri selama tiga hari, pungkas Sekertaris advokasi hukum dan ham fakultas peternakan Muh syukran aliyafi yufri saat memberikan keterangan ke awak media

Tambahnya, Ada beberapa tempat yang di fungsikan diantaranya pasar, ini jelas kontradiski yang absurd karna pemerintah kota melarang masyarakat untuk keluar rumah namun pasar tetap beroperasi, apakah pemerintah menyiapkan jasa pengantar belanjaan masyarakat? jika tidak ada siapa yang mau datang membeli di pasar? Belum sampai di pasar sudah di amankan polisi dan TNI, jelasnya

Jika pemerintah tidak menyiapkan persediaan atau subsidi untuk masyarakat, maka jelas ini akan berdampak besar terhadap masyarakat kelas bawah dan masyarakat yang bukan pekerja tetap, bisa di pikir bagaiama pekerja harian menggantungkan dirinya pada pendapatan per hari

Jika selama tiga hari di lumpuhkan aktivitas masyarakat, bagaiaman dengan nasib pekerja harian?, belum lagi mahasiswa yang masih bertahan di kendari yang kelas ekonominya menengah ke bawah yang tidak mendapat kirim tanggal 9 april 2020, apa yang akan terjadi dengan mereka

Mari kita prediksi masing-masing, semua itu karna kebijakan dengan landasan menilik pasien positif corona yang semakin meningkat dan kota kendari telah ditetapkan sebagai wilayah transmisi lokal penyebaran covid-19 oleh kementrian kesehatan Republik indonesia.

Dengan kebijakan PSBB (pembatasan Sosial Berskala Besar) dengan landasan ketakutan akan virus corona, pemerintah telah  mengubah ketakutan rakyat akan virus corona menjadi ketakutan rakyat terhadap kelangsungan hidup

Ini tidak bisa di pungkiri kalau ada yang berpikir bahwa tidak makan 3 hari tidak akan membuat kita mati, iya tidak mati tetapi setengah mati, pemerintah apa yang tega melihat rakyatnya stengah mati.

Seharusnya walikota kendari tidak mengambil kebijakan yang perencanaanya tidak matang, namun mau tidak mau, suka tidak suka kebijakan itu telah terealisasi, jika demikian seharusnya pemerintah sulawesi tenggara dalam hal ini gubernur sulawesi tenggara mengambil sikap dengan ketidak matangan persiapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) selama tiga hari dan pemerintah pusat harus mengambil sikap juga dalam proses lockdown ini, tutupnya

Laporan: Andi Kusuma

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed