oleh

Oprit Jembatan Ambruk, Kontraktor Dinilai Tidak Profesional

TOPIKTERKINI.COM–BANTAENG: Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulawesi Selatan  bersama Kepala Dinas PU & TR Kabupaten Bantaeng tanggap cepat dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi ruas jalan di Desa Bonto Maccini Kecamatan Sinoa, Senin 20/4/2020.

Pekerjaan jembatan yang baru dikerjakan tahun 2019 dengan biaya 3,9 Milyard APBD Tingkat 1 Prov. dikerjakan oleh CV Herlita Abadi dan konsultan pengawas PT. Thahiranindo Consultan terletak dibatas desa Bt Maccini dan desa Bonto Karaeng. Jembatan di jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Sinoa dan Kecamatan Uluere ini Ambruk setelah diguyur hujan deras senin (20/4) kemarin.

Kabid Binamarga PUTR Provinsi Edi Jaya, ST.,MT bersama Kadis PUTR Bantaeng Andi Syafruddin Maggau, ST. Gelar rapat koordinasi.

Kabid Binamarga PUTR Prov Sulsel Edi Jaya yang dikonfirmasi via ponselnya senin (20/4) kemarin, mengakui sudah meninjau lokasi sehari sebelum terjadinya longsor.

“Saya dari lokasi kemarin, bersama Kontraktornya. Jalan itu sudah amblas Rencananya memang mau diperbaiki hari ini” kata Edi.

Mantan Kabid Binamarga PUTR Bantaeng ini juga mengakui telah berkoordinasi dengan pihak CV. Herlita dan berjanji memobilisasi alat berat menuju lokasi hari ini, tambahnya.

Insiden ini mendapat tanggapan dari legislator partai Gerindra Didik Sugiharto, menurutnya insiden ambruknya pekerjaan yang baru selesai dikerjakan karena dilaksanakan dengan tidak profesional.

“Kontraktor tidak profesional, tidak memperhitungkan faktor alam” kata Didik ketua Fraksi KDNI yang ditemui diruang kerjanya kemarin (20/4)

Masih menurut Didik, Konsultan Perencana, Pelaksana dan Konsultan Pengawas seharusnya sudah mengkondisikan situasi alam dan situasi jalan yang berada pada tanjakan, tambahnya.

Kadis PUTR Kab. Bantaeng Andi Syafruddin yang turut bersama Tim dari PUTR Provinsi melalui selulernya siang (21/4) tadi, akui telah melakukan peninjauan langsung kelokasi terjadinya langsor, bersama tim dari PU Provinsi telah melakukan koordinasi untuk langkah perbaikan.

“Pekerjaan itu masih kewenangan PU Provinsi dan kemarin bersama tim dari PU Provinsi sudah dilakukan pendataan kerusakan” sebut Kadis.

Menurut penjelasan Andi Utti sapaan akrab kadis PU Bantaeng, pekerjaan yang longsor itu diakibatkan derasnya hujan yang mengguyur lokasi kemarin, sehingga oprit Jembatan tidak mampu menampung beban air yang meresap hingga kedasar oprit, jelas Andi Utti, dan pekerjaan yang masih dalam masa pemeliharaan masih kata Andi Utti, tentunya masih tanggung jawab kontraktor pelaksana dalam hal ini CV Herlita Abadi, sebutnya.

Ditempat terpisah Ketua DPC Gapensi Bantaeng Imran Lahiya yang ditemui media ini dikediamannya (21/4) turut prihatin atas musibah ini, karena pekerjaan masih dalam masa pemeliharaan dirinya yakin pihak CV Herlita Abadi segera melakukan perbaikan.

“Yang namanya bencana alam, siapapun tak inginkan itu” kata Imran, dia juga yakin pihak CV Herlita Abadi tidak lepas tanggung jawab untuk memperbaiki pekerjaannya, pungkas Imran. (Ar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed