oleh

Pemkab Wakatobi di Nilai Lambat Menangani Kasus Covid-19

TOPIKterkini.com – Wakatobi : Sejak di umumkannya pasien positif pertama Covid-19 di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada bulan Maret 2020. Hingga kini terus bertambah kasusnya dan bahkan telah melampaui 35 pasien positif.

Hal ini perlu menjadi catatan penting bagi Gugus Tugas Covid-19 yang berada di provinsi Sulawesi Tenggara agar terus berupaya dan berusaha untuk melakukan pencegahan dan penanganan terhadap penyebaran Covid-19.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan sikap yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Wakatobi yang saya anggap lambat menangani kasus Covid-19. Ujar Pemuda Wakatobi Asal Desa Waha, Yayan Serah. Selasa (20/4/2020).

Yayan Serah mengatakan, bahwa sampai dengan sekarang tidak ada transparansi soal alokasi dan realisasi anggaran penanganan Covid-19.

Sesuai instruksi dari pemerintah pusat. Mulai dari pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 serta refocusing dan realokasi APBD. Sebagaimana yang telah kita ketahui, saat menghadapi Corona Virus yang tak kasat mata ini, pendekatan dan gerakan yang ditempuh sudah seharusnya cepat dan terukur sambil tetap menjaga akuntabilitas.

Pemuda Wakatobi berharap kepada pemkab Wakatobi harus bergerak bukan dengan nama Parpol tapi dengan nama pemkab Wakatobi itu sendiri agar tidak timbul asumsi dari masyarakat bahwa gerakan kemanusiaan yang dilakukan partai berlambang pohon beringin yang di ketuai oleh Arhawi tersebut di politisasi dalam menghadapi pilkada mendatang.

“Pemkab Wakatobi seharusnya segera menanggapi dengan cepat Inpres Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocussing kegiatan, Realokasi Anggaran serta pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang telah di tanda tangani Presiden Jokowi Dodo,” pungkas Yayan Serah

Lajut kata Yayan Serah, seharusnya pemkab Wakatobi cepat melakukan gerakan kemanusiaan baik itu secara logistik maupun finansial karena Pandemi Covid-19 ini berpengaruh besar terhadap perekonomian masyarakat kabupaten Wakatobi di tambah lagi kita belum bisa memastikan kapan bencana tersebut berakhir.

“Sejauh ini berdasarkan amatan saya, pemkab Wakatobi belum transparansi terkait alokasi dan realisasi anggaran penanganan Covid-19,
serta ketersediaan APD dan alat standar kesehatan masih sangat minim khususnya di Puskesmas,” tutur Yayan Serah.

Kemudian yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah masalah ketahanan pangan, ketersediaan sembako bagi masyarakat miskin merupakan tanggung jawab Pemkab.

Dan kemudian tidak lama lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan, sudah bisa dipastikan Wakatobi akan menghadapi arus mudik yang begitu besar dari kota ke desa. Hal ini bisa saja memicu penyebaran Covid-19 maka sangat diperlukan kerja cepat pemkab Wakatobi dalam memutus mata rantai penyebaran wabah tersebut dengan segera merealisasikan alat perlindungan diri (APD) dan melengkapi alat-alat medis yang dibutuhkan dalam melawan pandemi Corona Virus disease 2019.

“Demi kepastian keselamatan kesehatan masyarakat, saya meminta kepada pemkab Wakatobi agar segera mengalokasi dan merealisasikan anggaran penanganan Covid-19, yakni pengadaan logistik dan mendistribusikan APD, peralatan darurat pencegahan serta penanganan Covid-19, sampai ketingkat Puskesmas, kemudian percepatan realisasi bantuan sosial untuk masyarakat miskin,” tutupnya.

Laporan : Tim

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed