oleh

Warga Desak Tim Covid-19 Sediakan Tempat Karangtina

TOPIKTERKINI.COMHALTENG- Sebanyak 35 orang warga masyarakat Kecamatan Weda melaksanakan aksi damai “Rakyat bantu lawan Corona” Senin, (27/4/20) pukul 17.00 Wit bertempat di Pos covid -19 pintu masuk Moreala desa Wedana.

Puluhan pemuda weda bersama korlap saudara Minggus di pos pemeriksaan Covid 19 pintu masuk Moreala, Desa Wedana, Kecamatan Weda Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku utara menuntut kepada Ketua Covid 19 Pemkab Halteng untuk segera menyiapkan tempat karantina, menutup akses masuk Ibu kota Kabupaten kecuali logistik dan kepentingan medis, mempercepat pengadaan Rapit tes dan APD untuk medis, melakukan kontrol harga sembako, memastikan ketersediaan pangan rakyat selama masa Covid-19 dan melakukan pencegahan Covid-19 dengan terukur tanpa ada sikap kekerasan.

Puluhan warga yang melakukan aksi damai sambil berjalan menuju Pos Pemeriksaan Satgas Penanganan Covid -19. Tiba di Pos Satgas Moreala di temui oleh Kepala Dinas Damkar dan Satpol PP Halid Andisi dan Sekretaris Camat Weda Ilham Hi Suud.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Satpol PP Pemkab Halteng, Halid Andisi dihadapan puluhan masa aksi menyampaikan bahwa untuk mengatasi Covid -19 ini Pemda telah melakukan rapat terbatas dengan hasil bahwa Portal pintu masuk akan di tutup pada pukul 23.00 sampai dengan pukul 06.00 wit.

Sekretaris TGC Tim Penanganan Satgas Covid -19 Kabupaten Halmahera Tengah Rijja Rijana yang juga Kepala Dinas Kesehatan ini tiba di lokasi / portal pintu masuk juga menyampaikan terkait dengan tempat isolasi/karantina sudah di rapatkan dan di tandatangani Bupati Halteng yang bertempat di TK dan SKB.

Terkait dengan penutupan portal bahwa Pemda telah melakukan rapat terbatas dengan kesepakatan yaitu portal di tutup dan di buka pada pukul 23.00 sampai dengan pukul 06.00 Wit,” lanjut Rijja.

Untuk alat Rapit tes sudah ada dan pengunaan di lakukan sesuai skala prioritas dan sesuai prosedur yang berlaku,” akunya.

Selain itu, Pemda telah membentuk tim pemantau dan control harga sembako dan penyediaan bahan pangan dalam masa pendemik Corona,” jelasnya.

Tim Satgas Covid-19 telah membicarakan SOP sejak awal namun sering terjadi kendala di lapangan sehingga membuat anggota mengambil tindakan di luar prosedur yang telah di sampaikan.

Sementara Perwakilan dari massa aksi tidak menerima karena pintu masuk di tutup pada malam hari, sedangkan disiang hari masyarakat atau orang-orang yang dari zona merah leluasa masuk di Halteng. Bahkan pejabat yang keluar daerah pun tak diperiksa dipintu masuk Moreala,” ucap Minggus.(*) 

Laporan : Lamagi La Ode

Komentar

News Feed