oleh

Tak Mau Dilarang Sholat Ied di Mesjid Warga Desa Rlipubogu Keroyok Kades dan Satgas Covid-19 Buol

TOPIKTERKINI.COM-SULTENG- Pemerintah Daerah Kabupaten Buol dalam upaya memutus penyebaran Covid-19 telah mengeluarkan himbauan untuk tidak melaksanakan ibadah sholat idul fitri secara berjamaah di masjid dan tempat terbuka lainnya. Namun tidak demikian halnya dengan yang terjadi di masjid Al-Nikmat Dusun 1 Desa Rlipubogu Kecamatan Gadung Kabupaten Buol. Beberapa warga yang menjadi jemaah Masjid tersebut tetap melaksanakan ibadah sholat idul fitri di masjid ini, hal ini memicu masyarakat lainnya untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah desa dan kecamatan.

Menyikapi laporan warga tersebut, Camat Gadung Jamaludin Rioeh bersama pihak Kepolisian Sektor Bunobogu (Pos Polisi) Kecamatan Gadung didampingi kepala Desa Rlipubogu Hamsa Husain beserta aparatnya langsung mendatangi Masjid Al-Nikmat tempat pelaksanaan sholat idul fitri untuk meminta klarifikasi, namun naas klarifikasi tersebut berujung pada pengeroyokan kepada pihak pemerintah desa.

Farman Batalipu kepada media Topik terkini menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

“Usai pelaksanaan sholat ied Camat Gadung dan pihak Kepolisian Sektor Bunobogu Pos polisi  didampingi kades bersama aparatnya menemui pihak pelaksana sholat idul fitri tersebut lalu menanyakan siapa yang bertanggung jawab telah melaksanakan sholat ied di mesjid karena pemerintah belum mengijinkan beribadah berjamaah di mesjid, saat itu tiba-tiba saja warga berinisial (ABD) yang berada ditengah kerumunan warga berteriak tangkap kami, tembak saja kami, kami juga menduga ada oknum BPD yang berinisal (AAD) turut memperkeruh situasi sehingga warga terhasut” Cerita Farman melalui WhatsApp. (minggu, 24/05/2020).

Ditambahkan pula olehnya bahwa teriakan tersebut dan hasutan oknum BPD membuat warga terprovokasi sehingga melakukan pengeroyokan terhadap kades, sekdes, anggota Linmas, seorang warga bernama Syamsuddin Batalipu dan juga dirinya sendiri.

“Sontak saat itu massa beramai-ramai melakukan tindakan pengeroyokan kepada kami yang sampai membuat pelipis saya memar dan kepala benjol, saat ini kami telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian untuk diproses hukum dan berharap pelaku diberi hukuman sesuai hukum dan ketentuan perundang undangan yang berlaku”. Harapnya yang juga merupakan korban pengeroyokan.

Sementara itu Ketua Majelis Ulama Kabupaten Buol Drs. Abdulah Mangge, di kutip dari video pernyaatannya di group whats up Media Group OPD Buol, Senin(25/5/20) menyatakan bahwa Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Buol tetap berpatokan kepada pedoman teknis pemerintah dalam hal ini Dinas kesehatan bahwa Kabupaten Buol adalah Zona merah pandemi Covid-19 di Sulawesi Tengah sehingga sholat berjamaah di mesjid belum diperbolehkan di khawatirkan bisa menjadi salah satu media penularan virus corona apabila di laksanakan sholat ied di mesjid ataupun tempat terbuka.

“Seluruh Kecamatan di Kabupaten Buol tidak ada lagi Zona Hijau atau Kuning, sehingga masyarakat wajib mentaati perintah anjuran Ulama dan Umarah.”Tutupnya.(*) 

Laporan: Husni Sese.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed