oleh

Serap Anggaran 3.6 M, Pekerjaan Tanggul CV. Ananindhita Baru Dua Bulan Kini Rusak

TOPIKTERKINI.COM – KONAWE UTARA | Proyek pekerjaan rehabilitasi tanggul pengaman abrasi pantai yang berada di Desa Pudonggala Utama Kecamatan Sawa Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara kini rusak parah.

Foto : Papan Informasi Proyek CV. Ananindhita

Diketahui pekerjaan tersebut dikerjakan oleh CV. Ananindhita selaku kontraktor pelaksana yang beralamat di Jalan Tohamba Nomor 68 Kelurahan Asinua, dengan nilai kontrak Tiga Miliyar Enam Ratus Empat Puluh Dua Juta Dua Ratus Ribu Rupiah ( Rp. 3. 642.200.000 ).

Selanjutnya panjang pekerjaan rehabilitasi tanggul pengaman abrasi pantai tersebut diketahui berkisar 550 meter, yang dikerjakan sejak februari sampai april 2020 lalu yang terbilang cukup singkat, namun akibat hantaman ombak mengakibatkan rusak parah dan menyisakan kurang lebih 100 meter saja sampai bulan juni 2020 ini, demikian menurut warga setempat.

“Kalau saya prediksi ini dari panjang pekerjaan kurang lebih 550 meter yang rusak ini sudah sekitar 70%, dan hanya menyisakan sekitar 100 meter saja selain itu semuanya rusak total, pekerjaan ini yang saya ketahui sampai bulan agustus, namun dikerjakan terbilang cepat sebab kurang lebih tiga bulan saja ” menurut Roman salah satu masyarakat setempat.

“Artinya ini pekerjaan sebenarnya sudah tidak sesuai dengan gambar konstruksinya, sebenarnya cincin pada kuku tanggul ini harusnya di isi dengan campuran beton, tetapi yang terjadi hanya di isi pasir dan saya punya dokumentasinya, selaku masyarakat setempat kami sudah sarankan dari awal agar di isi beton, karena tanggul ini hanya mengharap kekuatan pada cincin sumur yang digunakan didasar tanggul sebagai kuku pondasi ” tutupnya.

Dikesempatan terpisah pemerintah setempat dalam hal ini Sekretaris Desa Isman Adians yang sempat ditemui di sela kesempatan mengatakan ” sejak pengerjaannya februari sampai selesai april lalu, itu pekerjaan belum layak dikatakan tanggul pengaman abrasi pantai, soalnya yang kita lihat hari ini kondisinya sudah hancur total, boleh dikatakan 70 % sudah rusak, dan untuk diketahui proyek yang dikerjakan ini tidak pernah melibatkan pemerintah setempat, boleh dikata datang tidak permisi pulang pun tidak pamit, apalagi untuk berkoordinasi masyarakat tidak sama sekali.

” Bahkan sempat ada tanggapan masyarakat setempat kemudian memberikan solusi untuk proyek tersebut, namun pihak kontraktor sempat menyampaikan apabila tanggapan maayarakat terus terjadi maka proyek ini katanya akan dipindahkan saja ketempat lain, nah ini boleh dikata kami anggap sebagai ancaman ” tutup Isman Adians.

Foto : Masyarakat Desa Pudonggala Utama Atas Nama Udin. A

Sementara itu masyarakat lain yang juga ditemui bernama Udin. A mengatakan ” ia yang saya lihat kuku pondasi tanggulnya itu cincin yang di isi pasir saja bukan campuran, kemudian pekerjaan ini memang tidak mempekerjakan masyarakat setempat sama sekali, kalau harapan saya selaku masyarakat jangan dibikin tanggul, kalau bisa bronjong saja itu lebih kuat “.

Sampai berita ini diterbitkan pihak kontraktor pekerjaan, dalam hal ini CV. Ananindhita masih sulit untuk dihubungi oleh media TopikTerkini.Com.

Laporan : Endran Lahuku, S.Hut

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed