oleh

Selain Tidak Tepat Sasaran, Warga Desa Barana Sayangkan sedikitnya Data Penerima BLT DD

TOPIKTERKINI.COM – JENEPONTO |  Penyaluran Bantuan Langsung Tunai BLT Dana Desa DD Bagi warga terdampak COVID-19 di Desa Barana Kecamatan Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto menuai sorotan dari warga

Pasalnya, Penyaluran BLT DD di desa barana selain dinilai tidak tepat sasaran, juga banyaknya penerima dari pihak keluarga dekat pihak pemerintah Desa, dalam hal ini aparat desa hingga kepala dusun dan BPD, selain itu warga juga menyayangkan minimnya data penerima Bantuan BLT DD di Desa Barana

Kepada media ini, Salah satu warga dusun tombolo yang menolak untuk dituliskan namanya di dalam pemberitaan ini menyampaikan bahwa “Entah apa yang dipikirkan oleh pihak pemerintah desa barana sehingga penyaluran BLT DD di desa ini tidak di maksimalkan, padahal selaku kepada desa, seharusnya beliu memikirkan kesejahteraan rakyatnya yang notabene warga desa barana ini hampir semua terdampak COVID-19, karena warga desa barana adalah mayoritas petani yang saat ini sama-sama kita ketahui bahwa hampir secara keseluruhan masyarakat desa barana menanam cabe dan jagung, dan dampak dari Covid-19 harga cabe, jagung dan komoditi lainnya Anjlok,  ujarnya

“Jika dilihat dari anggaran di desa barana yang besarannya diatas Rp.1,6 Milyar, Harusnya penerima BLT di desa barana ini bisa di maksimalkan hingga 300 Orang Penerima, sedangkan menurut informasi yang kami dapatkan, jumlah penerima BLT DD di desa barana ini hanya berjumlah 134 orang, yang berarti itu bahkan tidak sampai 15% yang harusnya bisa di maksimalkan hingga 35% tapi entah apa yang menjadi alasan pak desa sehingga penerima hanya berjumlah 134 orang, itupun disinyalir banyak diatara penerima ini adalah keluarga atau kerabat dekat dari pihak pemerinta desa, baik itu aparat desa, kepala dusun hingga BPD”. Tutup sumber

Sementara menurut salah satu warga desa barana yang mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan sosial menuturkan bahwa, “yang mendapatkan bantuan sosial di desa barana rata-rata orang berada (mampu) sedangkan kami sama-sama manusia yang mau hidup, apalagi saat ini dengan adanya COVID-19 atau Virus Corona, seharusnya penyaluran BLT kepada masyarakat yang miskin atau yang layak. dikutip dari media liputan4.com

Pendamping desa barana yang harusnya terlibat dalam proses pendataan hingga penyaluran, di dalam sebuah forum mengaku dirinya tidak di libatkan saat Finalisasi data

Di Konfirmasi ke salah satu anggota BPD yang juga seharusnya terlibat saat pendataan hingga penyaluran mengatakan bahwa” Terkait pendataan hingga Verifikasi calon Penerima BLT DD Desa Barana, saya tidak terlalu melibatkan diri karena menurut saya, harusnya tim Verifikasi itu dibentuk melalui musyawarah yang selajutnya tim itu di SK kan Oleh pemerintah Desa, tapi itu tidak pernah dilakukan sehingga pada saat penyaluran BLT Banyak yang dinilai tidak tepat sasaran, tutupnya

Sementara Kepala Desa Barana di konfirmasi melalui sambungan telepone, hpnya berdering tapi tidak diangkat

Laporan: Djumatang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed