oleh

Ketua HMI Terima TKA Masuk Sultra Dengan Catatan Membawa Serta Gubernur, Ketua DPR dan Kapolda Dari China

TOPIKTERKINI.COM – SULTRA | Ketua DPRD Sulawesi Tenggara Abddurrahman Shaleh (ARS), yang sempat melontrkan penolakannya secara tegas rencana kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) 23 Juni mendatang kini diduga mulai melemah

Hal tersebut terlihat dari sikap melunak Ketua DPRD saat rapat pembahasan soal TKA yang di gelar di kantor DPRD Sultra pada jum’at, (19/6)2020), ARS sempat menyoal visa yang digunakan TKA. Dirinya khawatir jika yang di gunakan adalah visa kunjungan maka berpotensi merugikan negara, tetapi jika persyaratannya terpenuhi maka pihaknya tidak akan lagi mempersoalkan

Mulai melunaknya ketua DPRD Sultra membuat Ketua HMI Cabang Kendari angkat bicara dan menyarankan kepada seluruh Anggota DPRD Sultra agar menggunakan rok ke kantor

“DPR itu harus tegas dan kuat, kalo lemah apalagi berhadapan dengan TKA mending semuanya pake rokmi ke kantor” ujar sul, (16/6)

Menurut Sul, TKA yang nantinya akan datang harus tetap di tolak. Penolakan pihaknya bukan tanpa alasan, menurutnya di PT. VDNI dan PT. OSS tidak mematuhi peraturan perundang-undangan indonesia serta tidak menghiraukan pemerintah daerah

“Kami tidak buta buta menolak, virtu dan oss pareare tidak taat hukum kita. Apalagi pemerintah daerah mana didengar sama mereka, tidak. Saya kira ketua dprd saja nda lolos kalo sidak didalam” ungkapnya

Ketua HMI itu, menegaskan bahwa apabila kedatangan TKA tetap di sepakati oleh Pemerintah dan di kawal Polda Sultra pihaknya meminta kepada magement VDNI dan OSS untuk mendatangkan Gubernur, Ketua DPRD dan Kapolda dari china

“Jadi begini kita akan biarkan TKA masuk sultra dengan syarat mereka bawa skalian Gubernur, Ketua DPRD dan Kapolda dari china nanti mereka gantikan yang di sini biar jelas pemerintah kita kalo dari sana” tegasnya.

Pihaknya akan tetap boikot kedatangan TKA di bandara halu oleo 23 juni mendatang

“Tetap kita turun, biar berhadapan dengan siapa kecuali bawa pemerintah dari china baru kita berhenti” tutupnya

Laporan: Muh Sopian

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed