oleh

Seratusan Hektar Lahan Pertanian di Bantaeng Bakal Terima Klaim Asuransi, Ini syaratnya…

TOPIKterkini.com–Bantaeng: Salah satu Program unggulan Bupati Bantaeng, yang menjadi satu-satunya Kabupaten yang menggratiskan premi asuransi bakal terealisasi terhadap lahan tanaman padi yang terdampak banjir bandang 12/6 yang lalu.

“memang kita punya program itu (asuransi, Red), yakni memberikan perlindungan dan upaya mengantisipasi terjadinya kerugian bagi petani” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng Ir. Budi Taufik, saat ditemui pewarta dibilangan Perkantoran Jalan Andi Mannappiang, Jum’at 10/7/2020.

Seperti diketahui kurang lebih 100 Hektar dari 159 Hektar lahan pertanian kita yang terdampak banjir bandang.

Program yang dicetuskan Bapak Bupati ini, untuk memberikan kepastian kepada petani kita agar tetap bisa berusaha kembali setelah tertimpa musibah, tambahnya.

Lanjut dijelaskan Budi, Sebagai syarat untuk mendapatkan polis asuransi Jasindo, adalah lahan yang terdaftar dalam kepesertaan asuransi Jasindo.

“persyaratannya, adalah lahan yang terdaftar dan terkena puso atau tidak bisa panen karena Banjir, karena kemarau panjang dan terserang hama atau penyakit, jelas Kadis.

Jadi saat ini, lanjut Kadis, sudah dilakukan inventarisasi dan verifikasi di lapangan yang dilakukan oleh teman-teman dari Jasindo.

Sebagai syarat untuk mendapatkan polis Asuransi dari Jasindo selain sudah terdaftar, tingkat kerusakan lahan tidak kurang dari 75% setiap petakan.

“Yang terhitung adalah tingkat kerusakan lahan yang terdapat 75% dalam satu Petak” urainya.

Tingkat kerusakan dimaksud, tidak berdasarkan luasan tetapi berdasarkan petakan, tambahnya.

Jika misalnya hamparan satu hektar, terdapat beberapa petakan didalamnya, maka tingkat kerusakan dalam satu petakan itulah yang dihitung tingkat kerusakannya. Minimal atau lebih dari 75% tingkat kerusakannya, papar Budi.

Besar harapan petani, klaim asuransi yang diajukan itu akan dapat terpenuhi melihat usia tanaman yang diserang banjir relatif masih muda.

“kita ketahui bersama bahwa lahan pertanian yang rusak itu adalah tanaman baru” kata Budi Taufik mengakhiri.
Laporan : Armin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed