oleh

Dua Tahun ILHAMSAH Nahkodai Bantaeng, Seperti Ini Refleksinya

TOPIKterkini.com–Bantaeng: Pasangan Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin dan Wakil Bupati Bantaeng, Drs H Sahabuddin genap dua tahun nahkodai Kabupaten yang berjuluk Butta Toa setelah dilantik 26 September 2018, sejumlah prestasi diukir, masyarakat ikut terlibat dalam pembangunan ini.

Hal itu terungkap dalam dialog santai Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin bersama sejumlah masyarakat di Lapangan Pantai Seruni, Bantaeng, Sabtu, 26 September 2020.

Refleksi dua tahun nahkodai Bantaeng ILHAMSAH gelar diskusi dan ngopi bareng di Tribun Pantai Seruni, Sabtu 26 September 2020.

Pertemuan yang diawali dengan Joging dan senam sehat itu yang dilanjutkan dengan dialog bebas bersama Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin.

Dialog dipandu moderator Rahman Ramlan, pujian, saran dan kritikan mengalir dalam diskusi itu.

Pujian datang dari petani Desa Nipa-nipa, Kecamatan Pa’jukukang, Bahtiar Talli.

“Program asuransi sudah ada sejak tahun 2016, namun petani masih dibebankan premi 36ribu, sejak tahun 2019 petani digratiskan, sehingga petani berlomba ikut program Asuransi” ungkap Bahtiar.

Dia juga mengatakan, berkat kebijakan bupati, jumlah produksi pertanian di Kecamatan Pa’jukukang bertambah banyak. Menurutnya, petani di Pa’jukukang tidak lagi khawatir gagal panen berkat adanya program asuransi pertanian, tuturnya.

“Sekarang petani di Pa’jukukang tidak takut lagi menanam. Karena lahan mereka sudah diasuransikan. Hasilnya, produksi pertanian kita bertambah berkali-kali lipat,” jelas dia.

 

Dia menambahkan, hal yang sama didapatkan peternak di Bantaeng. Dia menyebut, peternakan di Bantaeng juga bertambah pesat. Alasannya, peternak juga tak takut lagi mengalami kerugian.

“Terimakasih banyak pak Bupati. Kami semua sudah terlindungi. Kami juga menyarankan agar ada juga asuransi peternakan untuk hewan kuda,” jelas dia.

“Orang miskin di Pa’jukukang kian berkurang. Kini semakin banyak petani dan peternak di Pa’jukukang. Mereka berani, karena tidak takut gagal panen dan gagal beternak lagi,” jelas dia.

Selain dari suara petani, suara perempuan, anak, tokoh masyarakat dan kaum lansia turut menyampaikan apresiasi dan harapan mereka.

Seperti yang diutarakan Atte S. Maladevi dari perwakilan kaum perempuan, menaruh harapan besar agar kebersamaan semua elemen masyarakat dalam membangun Bantaeng.

Perempuan yang juga terlibat dalam sejumlah kegiatan Non Goverment Organisation (NGO) ini mengakui, pemerintahan sekarang sangat terbuka untuk pelibatan masyarakat secara umum. Dia mengakui, salah satu capaian besar di Bantaeng dalam dua tahun ini adalah bagaimana pemerintah menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama terlibat dalam pembangunan di Bantaeng.

“Salah satu capaian besar yang mencolok adalah bagaimana Pemda memberikan ruang yang besar untk nonstruktural. Kami yang di luar struktural, mendapatkan peran yang besar untuk ikut membangun Bantaeng,” jelas dia.

Dia menambahkan, Bantaeng ini ibarat sebuah perahu yang dinakhodai oleh Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin dan Wakil Bupati Bantaeng, Sahabuddin. Dalam perjalanannya, perahu ini mengatasi masalahnya dengan bersama-sama pemerintah.

“Dalam kondisi pandemi dan bencana, Bantaeng bersama masyarakat dan orang-orang yang berada di non struktural ikut melindungi daerah ini hingga Bantaeng hingga saat ini tetap kuat,” jelas dia.

“Kita sama-sama berpegangan, kita sama-sama harus sadari bahwa ini perahu milik bersama. Maju tidaknya perahu bukan tergantung nahkoda, tetapi kesepakatan bersama,” tambah dia.

Sementara itu, Bupati Ilham Azikin menuturkan bahwa semua masukan akan menjadi catatan yang harus direalisasikan bersama. Dia mengakui ada banyak cobaan yang menghadapi Bantaeng dalam dua tahun ini. Meski demikian, Bantaeng dan masyarakatnya harus tetap kuat bersama-sama.

“Semua tentu adalah harapan, bagaiamana kita bersama, teguh dan membawa Bantaeng bisa terdepan. Dan itu kita bisa buktikan kalau kebersamaan kita jaga,” ujar Ilham.

Dia menjelaskan, saat ini Indonesia tengah dirundung pandemi Corona. Sehingga, konsen Bupati dan Wakil Bupati, dibantu Forkopimda, serta OPD terfokus pada dua hal, yakni infrastruktur dan ekonomi kerakyatan.

“Memang dalam masa-masa ke depan kita konsen kepada dua hal. Pertama infrastruktur dasar bisa terpelihara dan mengalami perbaikan. Kita ketahui bersama baru-baru kita hadapi banjir bandang yang juga mengakibatkan fasilitas dasar menjadi rusak. Itu komitmen kami bagaimana mermperbaiki,” katanya.

Kedua, lanjut Ilham, pandemi berdampak terhadap sektor ekonomi kerakyatan. Hal ini pun terus didorong agar pandemi tidak meruntuhkan ekonomi kerakyatan.

“Ini kami dorong. Bersama Forkopimda, selain menjaga stabilitas, forkopimda juga mendorong bagaiamana pandemi ini tidak meruntuhkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Dia mengakui, hal yang patut dibanggakan dalam dua tahun terakhir ini adalah pelibatan masyarakat di Bantaeng.

Menurutnya, masyarakat di Bantaeng bersama pemerintah selalu bersama-sama untuk membangun daerah ini lebih baik ke depan.
Laporan : Armin/Humas Pemkab.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed