oleh

Pengumuman Seleksi dan Syarat KPPS, KPUD Buol Butuh 2107 Anggota KPPS

Topikterkini.com. Buol – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah, Mengumumkan Seleksi Calon Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pilkada serentak 2020.Ketua KPUD  Buol Alamsyah, SE, kepada media ini, rabu (7/10/2020) mengatakan sebanyak 2107 anggota KPPS dibutuhkan pada Pilkada serentak 2020 di kabupaten Buol.

Disebutkannya Waktu penerimaan pendaftaran dibuka mulai 1 Oktober sampai 23 Nopember 2020. Timeline dapat diunduh di laman KPU Kabupaten Buol https://kpu-buol.kab.com.Untuk mengikuti seleksi KPPS tersebut, para calon peserta mesti memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

“Syarat itu di antaranya Warga Negara Indonesia, berusia paling rendah 20 tahun dan paling tinggi 50 tahun,” katanya,

Kemudian, setia kepada Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945, mempunyai integritas, pribadi yang kuat, jujur dan adil.

Persyaratan selanjutnya, kata Alamsyah tidak menjadi anggota partai politik yang dinyatakan dengan surat pernyataan yang sah atau paling singkat dalam jangka waktu lima tahun tidak lagi menjadi anggota partai politik. Ini dibuktikan dengan surat keterangan dari pengurus partai politik yang bersangkutan.

“Termasuk tidak menjadi tim kampanye peserta Pemilu dan/atau Pemilihan yang dinyatakan dengan surat pernyataan yang sah atau paling singkat lima tahun tidak lagi menjadi tim kampanye peserta Pemilu dan/atau pemilihan yang dinyatakan dengan surat pernyataan yang sah,” lanjutnya.

Pendaftar kata Alamsyah, juga harus merupakan penduduk setempat dan bebas dari narkoba serta kasus hukum.

“Harus berdomisili dalam wilayah kerja KPPS, mampu secara jasmani, rohani dan bebas dari penyalahgunaan narkotika, berpendidikan paling rendah sekolah menengah atas atau sederajat, serta tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih,” ungkapnya.

Secara administratif, calon pendaftar juga harus belum menjabat sebanyak dua kali pada posisi anggota KPPS pada Pemilu sebelumnya.

“Tidak pernah dijatuhi sanksi pemberhentian tetap oleh KPU Kabupaten atau Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Kemudian belum pernah menjabat sebanyak dua kali dalam jabatan yang sama sebagai anggota KPPS,” tuturnya.

Penghitungan jabatan anggota KPPS dalam jabatan yang sama yaitu telah menjabat dua kali periode berturut-turut sebagai anggota KPPS dalam pelaksanaan Pemilihan Umum DPR, DPD, dan DPRD, Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Lebih rinci ditambahkan oleh Komisioner KPUD Buol Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Ali.S.Si. bahwa periodesasi bagi calon pendaftar anggota KPPS tersebut yaitu periode pertama dimulai pada tahun 2004 hingga tahun 2008, periode kedua dimulai pada tahun 2009 hingga tahun 2013, kemudian periode ketiga dimulai pada tahun 2014 hingga tahun 2018 dan periode keempat dimulai pada tahun 2019 hingga tahun 2023.

“Lalu tidak berada dalam ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara Pemilu dan tidak memiliki penyakit penyerta (komorbiditas),” pungkas Ali.

Komisioner KPUD Ali.S.Si juga mengatakan, jadwal penerimaan pendaftar calon anggota KPPS dapat diunduh di laman Web KPUD Buol. Para calon pendaftar anggota KPPS tersebut,

lanjut Ali, para pendaftar juga mesti menyiapkan berkas sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.

“Dokumen pendaftaran yang mesti disiapkan yakni fotokopi Kartu Tanda Penduduk Elektronik, daftar riwayat hidup, surat pendaftaran, surat pernyataan sesuai persyaratan , dibuat di atas materai 6000 dan ditandatangani,” paparnya.

Selain berkas tersebut, calon peserta seleksi juga diharuskan menyiapkan berkas lainnya seperti surat keterangan kesehatan dari Rumah Sakit atau Puskesmas yang ditunjuk, fotokopi ijazah SMA sederajat atau ijazah terakhir yang sudah dilegalisir serta dua lembar pas foto 3×4.

Sekretaris KPUD Buol  Moh.Rusli D, Ali.S.Sos yang di wakili oleh Kasubag Tekhnis dan Hubmas Hairil,SH menambahkan Calon anggota KPPS harus menyampaikan dokumen persyaratan dalam bentuk salinan naskah elektronik melalui media daring dan naskah asli. Berkas kelengkapan administrasi dimasukkan ke dalam map plastik, penyerahan kelengkapan dokumen pendaftaran dapat diantar langsung ke Sekretariat PPS setempat atau sekretariat KPUD Buol.

Ketua KPUD Buol Alamsyah kembali mempertegas bahwa, anggota KPPS harus bebas dari indikasi keberpihakan politik dan menjaga integritas selama bertugas.

“Pada Pemilu berbagai cara untuk memperoleh dukungan dan suara dilakukan, termasuk di antaranya rekrutmen relawan dan tim secara masif. Anggota KPPS  mesti benar-benar steril secara politik. Jangan sampai kecolongan ada anggota KPPS yang sebelumnya adalah tim sukses calon kandidat.”ungkapnya.

Sehingga, proses ini harus dikawal dengan baik dan lancar dengan sikap proaktif masyarakat.

“Setiap dilakukan rekrutmen personel penyelenggara Pemilu seperti KPPS ini, tentu akan ada masa atau fase tanggapan masyarakat yang dilakukan secara terbuka. Nah, masyarakatlah yang harus proaktif, melapor ke KPUD jika memang di antara nama-nama yang diumumkan lolos seleksi KPPS terdapat personel yang terindikasi anggota Parpol, tim sukses atau melanggar ketentuan lainnya yang bisa mempengaruhi integritasnya sebagai penyelenggara Pemilu dan tahapan perekrutan hingga pelaksanaan tugas seluruh penyelenggara tetap berpedoman pada ketentuan penerapan Protokol Kesehatan Covid- 19,” tukasnya.

(Husni Sese)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed