oleh

Tolak UU Omnibus Law, Ribuan Aktivis Seruduk Gedung DPRD Jeneponto

TOPIKTERKINI.COM,JENEPONTO — Pasca disahkannya Undang-Undang (UU) Omnibus Law pada Senin (5/10/2020), mengundang penolakan dari kaum buruh, pemuda dan aktivis mahasiswa.

Aksi demonstrasi penolakan pun gencar dilakukan oleh para kaum yang kontra terhadap keputusan pemerintah terkait pengesahan UU Omnibus Law atau UU Cipta Kerja.

Seperti yang terjadi pada Jum’at (9/10/2020) dimana ribuan aktivis yang tergabung dari berbagai organisasi mahasiswa, pemuda dan buruh melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jeneponto, Sulsel.

Para aktivis yang turun kejalan melontarkan penolakan kepada 40 (empat puluh) Anggota DPRD Jeneponto untuk menolak pengesahan UU Omnibus Law yang terdiri dari 174 pasal karena dinilai merugikan para buruh.

Salah satu organisasi Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jeneponto yang juga turut andil dalam mengawal suara rakyat, suara para kaum buruh, memberi kecaman kepada 40 (empat puluh) Anggota DPRD Kabupaten Jeneponto untuk mencabut atau untuk tidak menyetujui atas disahkannya UU Omnibus Law atau UU Cilaka (Cipta Lapangan Kerja).

Ketua Umum HMI Cabang Jeneponto, Amrullah Serang kerap disapa Aroel dalam orasinya melantangkan suara penolakan terhadap UU Cilaka.

“Kami dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jeneponto yang bergabung dalam aksi Penolakan Jeneponto terhadap UU Cilaka, menuntut 40 (empat puluh) anggota DPRD Jeneponto untuk tidak menyetujui atas disahkannya UU Cilaka Omnibus Law,” tegas Aroel.

“DPR adalah singkatan dari makna yang luar biasa mulia, Dewan Perwakilan Rakyat. Jadi apabila anggota DPR tidak berpihak kepada rakyat, maka tidak salah jika kita sebut DPR sebagai singkatan dari Dewan Penghianat Rakyat,” lantang Aroel.

Usai menggelar aksi dan melontarkan aspirasi mereka atas nama rakyat dan buruh, akhirnya 15 (lima belas) dari 40 (empat puluh) Anggota DPRD Jeneponto menyetujui penolakan terhadap disahkannya UU Cilaka Omnibus Law yang diklaim akan merugikan buruh.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed