oleh

Perayaan Hutda Ke-21,Bupati Buol Paparkan Sejumlah Kemajuan..Ini Sambutan Lengkapnya !!!

Topikterkini.com. Buol- Hari Ulang Tahun Kabupaten Buol Yang Ke -21 diselenggarakan di Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) secara Virtual, Senin (12/10/2020)

Bupati Buol DR.H Amirudin Rauf,Sp.OG,M.Si saat memberikan sambutan secara Virtual melalui video Conference (sambutan lengkap) mengatakan :

Pada hari ini 12 Oktober 2020 Kab. Buol genap berusia 21 tahun adalah rentang perjalanan yang cukup panjang penuh dengan romantika dan dinamika sejarah sebuah Kab yang dulunya bagian dari kabupaten buol toli toli dan kini menjelma menjadi kabupaten yang definitif. dan sebagai masyarakat buol wajib bersyukur dengan menjadikan hari kelahiran kabupaten buol menjadi sebuah inspirasi dan motivasi.
mengawali penyampaian pidato dalam rangka hari ulang tahun kabupaten buol ke-21.  Pada kesempatan yang baik ini, perkenankan saya menyampaikan terima kasih  dan apresiasi setinggi tingginya kepada semua pihak baik pimpinan maupun anggota  dewan yang terhormat, aparatur pemerintah, tokoh masyarakat, alim ulama dan cendekiawan serta seluruh elemen  masyarakat  Kab. Buol  yang telah mendorong terbangunnya suasana kondusif di bumi pogogul meskipun masih dalam situasi pandemi covid 19 masih dalam  suasana yang aman, tentram, damai dan kondusif.

Memperingati hari ulang tahun secara filosofis bermakna retrosfektif yaitu dengan sebuah peringatan hari ulang tahun  kita berupaya untuk  menengok masa lalu sebagai sebuah mata rantai sejarah dan sebuah masa lalu adalah fondasi yang sangat bernilai sebagai referensi, menapaki masa kini dan masa depan, introsfektif artinya peringatan hari ulang tahun kita jadikan sebagai sarana mawas diri atau introsfeksi diri;  dengan demikian setiap etape perjalanan kehidupan ini selalu bermakna karena mampu memberikan jawaban atas persoalan kekinian serta responsif dengan tantangan ke depan.

Prosfektif artinya melalui perayaan hari ulang tahun kita berupaya mendesain atau merancang  sebuah formula masa depan berlandaskan realita dan dinamika kekinian  tanpa melupakan nilai nilai dan peristiwa bersejarah  di masa lalu.
sebagai masyarakat buol kita wajib bersyukur dengan menjadikan  hari kelahiran kabupaten buol sebagai sebuah inspirasi dan motivasi untuk mengisi kembali setiap detik perjuangan kehidupan daerah ini dengan karya dan prestasi, lalu kita bingkai catatan perjalanan hari ini dan ke depan dengan kerja kerja produktif demi meraih cita cita dan harapan akan masa depan  yang lebih baik. Begitu juga  sebagai generasi penerus mari kita  jadikan sejarah sebagai sebuah untaian peristiwa penuh makna dan hikmah, lalu dari sejarah kehidupan pemerintahan dan pembangunan kabupaten buol selama ini kita bisa memetik pembelajaran bahwa  setiap generasi kepemimpinan memiliki warna  dan dinamika tersendiri sesuai era dan zamannya.


Rasa cinta dan bangga  terhadap daerah ini harus termanifestasi dalam kerja keras, kerja ikhlas dan kerja cerdas sesuai dengan potensi dan profesi kita masing masing sehingga tema tersebut tidak hanya indah dalam tataran kognisi dan retorika tapi menjelma dalam implementasi dan  karya nyata.
spirit inilah yang menjadi alasan kuat sehingga pemerintah daerah kabupaten buol menjadikan “mewujudkan buol produktif ditengah pandemi covid-19” sebagai tema peringatan hari ulang tahun kabupaten buol ke-21 pada tahun 2020 ini.

Tema ini hendaknya menginspirasi semua pihak untuk bersama sama mengukir dan memaknai  sejarah kehidupan dan kebangkitan kembali kabupaten buol  dengan segala potensi yang ada untuk kemajuan, kesejahteraan dan kemakmuran bersama serta memperkuat semangat gotong royong semoga kita dapat melalui pendemi ini dan merdeka dari virus corona pembangunan sebagaimana kita pahami adalah proses multidimensional yang menyentuh dan merangkum semua aspek kehidupan masyarakat. oleh karena itu proses dan dinamika pembangunan termasuk pembangunan daerah kita di kabupaten buol, haruslah dikawal dengan landasan yuridis-operasional dan pendekatan yang holistik integral serta  dilandasi oleh premis rasional yang tajam dengan bingkai visi dan misi yang jelas.
setelah melakukan perenungan yang mendalam  (kontemplasi) dipadukan dengan  pengalaman empirik  dan  konsepsi analisis yang kuat dan diselaraskan dengan konteks dan kondisi awal kabupaten buol,  maka tersusunlah sebuah visi misi pembangunan dan pemerintahan yakni “kesejahteraan yang bertumpu pada kemandirian dan kedaulatan rakyat” . visi inilah yang menjadi titik capaian  (ultimate goal) dan titik tuju (point of arrival) dari  seluruh rangkaian  proses pembangunan sejak kami memulai pemerintahan ini tiga tahun yang lalu.

Dalam tiga tahun perjalanan pemerintahan dan pembangunan, Kab. Buol telah banyak mengalami kemajuan  walau memang kita juga akui  masih banyak  kondisi dan permasalahan yang muncul yang secara langsung maupun tidak langsung  berpengaruh terhadap dinamika kehidupan masyarakat kita di bumi pogogul. memperhatikan berbagai peluang dan tantangan serta kondisi internal maupun eksternal yang ada, tentu menuntut  sistem pengelolaan pemerintahan dan pembangunan yang responsif, inovatif dan berkelanjutan dalam upaya  memaksimalkan berbagai potensi dan keunggulan daerah.
kita sadar sesungguhnya kabupaten buol sangat potensial bila dibandingkan dengan kabupaten lain karena memiliki keunggulan kompetitif (competitive advantage) maupun keunggulan komparatif (comparative advantage). keunggulan tersebut meliputi kekayaan sumber daya alam, letak geografis yang sangat strategis  maupun modal sosial (social capital) yang pengaruhnya sangat dominan  bagi pembangunan daerah.
dengan meningkatkan  pengelolaan potensi  yang kita miliki secara profesional serta dengan memaksimalkan kontribusi dan  peran serta semua stakeholder maupun shareholder  yang ada didukung oleh manajemen pemerintahan yang efesien dan kepemimpinan yang kuat  maka saya sangat optimis  akselerasi laju pembangunan  pada semua sektor  dapat kita tingkatkan. peningkatan kapasitas pengelolaan potensi lokal juga sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah yang esensinya mendorong berkembangnya pembangunan daerah sesuai dengan kondisi sosial maupun aspirasi dan potensi  masyarakat yang terus berkembang.

Berbagai macam instrumen kebijakan telah dilakukan oleh pemerintah daerah kabupaten buol yang yang saat ini merupakan kebijakan tahun ke-tiga pelaksanaan rencana pembangunan menengah daerah (rpjmd) kabupaten buol 2017-2022, yang akan diarahkan untuk mencapai sasaran utama yang mencakup sasaran makro ekonomi, pembangunan manusia, dan dimensi pemerataan sebagai upaya pencapaian visi pemerintah kabupaten buol dimana arah pembangunan daerah pada tahun 2020 lebih difokuskan pada pembangunan manusia dan pengentasan kemiskinan, dengan mengusung tema pembangunan yaitu “ terwujudnya pemantapan upaya pengentasan kemiskinan melalui harmonisasi pembangunan berkelanjutan”.

Hal ini dilatar belakangi oleh berbagai tantangan oleh daerah di era otonomisasi, seperti masalah kesenjangan dan iklim globalisasi yang disebut belakangan ini menuntut tiap daerah untuk mampu bersaing di dalam dan luar negeri. kesenjangan dan globalisasi berimplikasi kepada propinsi dan kabupaten/kota, untuk melaksanakan percepatan pembangunan ekonomi daerah secara terfokus melalui pengembangan kawasan dan produk andalannya.
hal ini bertujuan agar daerah tidak tertinggal dalam persaingan pasar bebas, seraya tetap memperhatikan masalah pengurangan kesenjangan. karena itu seluruh pelaku memiliki peran mengisi pembangunan ekonomi daerah dan harus mampu bekerjasama melalui bentuk pengelolaan keterkaitan antarsektor, antarprogram, antar pelaku, dan antardaerah

Kab. Buol memiliki beragam kekayaan sumber daya alam yang mampu menunjang percepatan pengembangan dan pembangunan perekonomiannya. struktur perekonomian di Kab. Buol dalam tiga tahun terakhir memperlihatkan trend pertumbuhan yang terus meningkat, pertumbuhan pdrb akhir tahun 2017 berada pada posisi 4,52 % hingga tahun 2019 berada pada angka 4,04 %. Sebagai daerah berkembang, kemiskinan menjadi masalah utama yang melingkupi kehidupan sosial masyarakat, sehingga pemerintah kabupaten buol konsen menjadikan masalah tersebut menjadi tema utama yang disorot didalam agenda pembangunan daerah. laporan bps tahun 2019 sejak tahun 2017 hingga tahun 2019 penurunan tingkat kemiskinan kabupaten buol sebesar 1.46% dari 16.65% di tahun 2017 menjadi 15.19% di tahun 2019  secara empiris kebijakan tersebut telah membuktikan kerja keras pemerintah daerah dimana kemiskinan dan pengangguran yang selalu menjadi problema pembangunan, namun di kabupaten buol angka pengangguran telah mampu diturunkan secara sangat signifikan selama tiga tahun terakhir dari tahun 2017 sampai 2019.

Secara time series tingkat pengangguran terbuka di kab buol mengalami penurunan sejak tahun 2017. data tahun 2019 menunjukan angka tingkat pengangguran terbuka sebesar 4.05% atau terjadi penurunan dari tahun 2018 sebesar 0.52% dari angka 4.57%. hal ini berarti terjadi peningkatan penyerapan angkatan kerja pada berbagai lapangan pekerjaan yang tersedia sedangkan tingkat partisipasi angkatan kerja adalah jumlah angkatan kerja dibanding jumlah seluruh penduduk usia kerja. indikator ini menunjukan bahwa semakin tinggi angka tingkat partisipasi angkatan kerja maka semakin banyak kesempatan kerja yang tersedia. angka tpak kab buol hingga tahun 2019 mencapai 66.93%, meningkat sejak tahun 2017 sebesar 2.37%
tolok ukur indeks pembangunan manusia mencerminkan 3 aspek pembangunan yakni kemampuan untuk hidup lebih lama dan sehat (kesehatan), kemampuan pengetahuan dan ketrampilan (pendidikan) serta kemampuan secara pendapatan (ekonomi). kabupaten buol sebagai daerah yang masih muda, kemajuan pembangunan manusia pada tahun 2019 mampu berada pada posisi yang cukup baik (67.69). stretegi pembangunan kabupaten buol sebagaimana tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah (rpjmd) 2007-2022, sebagai penjabaran visi dan misi pemerintah daerah secara khusus memprioritaskan pembangunan pada sektor pertanian sebagai pintu masuk untuk mengatasi masalah kemiskinan.
pemerintah kabupaten buol meyakini akselerasi sektor pertanian tidak hanya terletak pada kemampuannya sebagai lokomitif yang berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi melalui keterkaitan produk maupun keterkaitan konsumsi juga pembangunan sektor pertanian akan dapat menekan kesenjangan atara masyarakat miskin dan kaya serta dapat dijadikan alat transit untuk mencapai kesejahteraan bersama.

Dan untuk mewujudkan hal itu, pemerintah kabupaten buol telah melakukan berbagai upaya salah satunya dengan menetapkan peraturan daerah nomor 7 tahun 2015 tentang percepatan penanggulangan kemiskinan berbasis program unggulan kabupaten buol sehingga memberikian peluang kepada pemerintah daerah untuk memaksimalkan seluruh potensi yang ada. terobosan lain yang dilakukan adalah mengulirkan program-program pengentasan kemiskinan disektor pertanian salah satu program unggulan di sektor ini adalah program sub sektor peternakan “one man one cow”
adalah nama program yang mengusung semangat untuk mengembangkan ternak sapi melalui perbanyakan populasi dan menjadikan buol sebagai salah satu daerah di provinsi sulawesi tengah yang menajadi penyangga sapi nasional hingga tahun 2022. dengan target populasi 50. 000 (lima puluh ribu) ekor ternak sapi di kabupaten buol dengan capaian pada tahun 2017 18.984 ekor sapi maningkat di tahun 2019 mencapai 25.376 ekor sapi dan pada akhirnya akan mempermudah akses bagi setiap warga buol untuk memperoleh ternak sapi sebagai penopang sumber pendapatan ekonomi rumah tangga.
program lainnya yang telah dan berjalan dengan baik adalah p3k (program percepatan pengentasan kemiskinan) melalui pengembangan komoditi jagung dan ternak sapi. program ini dititik beratkan pada rumah tangga miskin yang difokuskan pada satu kawasan potensial dan diorganisir dalam bentuk kelompok tani p3k dengan target 100.000 ton untuk tahun 2022. capaian produksi sampai dengan tahun 2019 telah mencapai 94.008 ton. program ini selain memberikan efek positif kepada masyarakat dengan paket penanaman jagung dan bantuan sapi juga memberikan kontribusi dalam rangka mendorong ekspor dan pemenuhan kebutuhan domestik di provinsi sulawesi tengah

Demikian pula pencapaian produksi beras 50.000 ton hingga tahun 2022. sampai dengan tahun 2019 produksi beras di kabupaten buol mencapai 22.908 ton serta di tunjang dengan program gertak bos yang saat ini telah di laksanakan sehingga pemerintah daerah optimis pencapaian target 50.000 ton tahun 2022 dapat terpenuhi.
taura (tanah untuk rakyat) sebagai perwujudan reformasi agaria untuk meningkatkan status, kekuasaan, dan pendapatan absolut maupun relatif dari masyarakat miskin, sehingga terjadi perubahan kondisi masyarakat miskin atas penguasaan tanah dan lahan. adalah salah satu program unggulan daerah kabupaten buol yang dilaksanakan dalam rangka upaya pengentasan kemiskinan.

Program ini merupakan pelaksanaan dari konsep revitalisasi perkebunan dan land reform (reformasi lahan), berupa pemberian dan pensertifikasian lahan pertanian bagi masyarakat miskin yang dikembangkan untuk komoditi pertanian unggulan daerah. implementasi program tanah untuk rakyat kabupaten buol telah terlaksana dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2017 dengan membagikan sertifikat tanah kepada masyarakat miskin sebanyak 5.400 bidang tanah dengan luas tanah seluas  8.800 ha
program lainnya juga berada disektor perikanan dengan “revitalisasi tambak masyarakat”, diutamakan bagi masyarakat tidak mampu dan masyarakat yang mempunyai lahan tambak yang perlu dioptimalkan. ini diperuntukan untuk komidatas udang vaname dengan mengoptimalkan potensi lahan untuk pengembangan kawasan tambak udang berkelanjutan berbasis klusterisasi dengan pola teknologi semi intensif atau intensif. pengembangan ini diharapkan akan ada perubahan pola pengelolaan usaha budidaya tambak dari parsial menjadi pola klasterisasi yang dikembangkan dengan prinsip ramah lingkungan dan berbasis masyarakat dengan pola berkelanjutan dengan memperhatikan teknologi, aspek sosial ekonomi serta teknis budidayanya. implementasi program ini telah membuahkan hasil dengan menjadikan predikat kabupaten buol menjadi salah satu dari lima kabupaten di indonesia dalam pengembangan tambak udang vaname dengan luas area  kurang lebih 1000 hektar. tahun ini dimulai pembangunan tambak contoh 5 hektar dengan di dukung dari share dana apbn senilai rp. 7.400.000.000 dan dari APBD 6.960.000.000. selain itu program ini juga di dukung dengan penyediaan alat berat 3 unit excavator yang diharapkan dapat memacu pengembangan usaha perikanan budidaya melalui program percepatan peningkatan infrastruktur tambak budidaya.

Disamping perwujudan pemantapan upaya pengentasan kemiskinan melalui harmonisasi pembangunan berkelanjutan, pemerintah kabupaten buol telah memberikan dedikasinya di sektor pembangunan infrastruktur sehingga merubah wajah kabupaten buol dari daerah tertinggal menjadi daerah yang terentaskan. hal ini diwujudkan dari capaian pembangunannya meliputi :
ruas jalan kabupaten buol berdasarkan surat keputusan Bupati Buol nomor : 188.04/157.24/pu-pr/2018 tentang penetapan ruas-ruas jalan menurut fungsinya dengan total panjang jalan 1.097,37 km, dengan kondisi mantap 610,22 km sedangkan kondisi tidak mantap 487,153 km adapun capaian ruas jalan yang telah di kerjakan sejak tiga tahun terakhir adalah 186,43 km dengan realisasi anggaran sebesar 179.735.250.079.

Penataan kota meliputi rehabilitasi pembangunan taman leok I, rehabilitasi median jalan, vegetasi dan lampu, pembangunan tugu simpang JL. Batalipu- JL. samratulangi, pembangunan icone identity kota buol, menara pandang dan rth (gunung kali), pembangunan masjid agung, saluran pengendali banjir dan pedestrian jl. batalipu dengan total anggaran rp.72.671.621.000
pembangunan dan rehabilitasi daerah irigasi dari tahun 2017-2019  rp.22.385.678.000 sebagai pendukung peningkatan produksi dan produktifitas padi menuju swasembada beras tahun 2022.

Selain itu kabupaten buol telah empat kali berturut-turut mampu mempertahankan predikat wajar tanpa pengecualian (wtp) dari bpk ri perwakilan sulawesi tengah. opini yang dikeluarkan bpk ri ini adalah sebuah prestasi untuk menuju penataan penyajian laporan keuangan pemerintahan yang lebih baik lagi. opini wtp meski menyisahkan beberapa penekanan pecatatan dalam opini pelaporan keuangan oleh bpk-ri, sukacita ini tentu menjadi motivasi dan sekaligus evaluasi bagi seluruh perangkat daerah untuh lebih giat lagi dalam melaksanakan tugasnya dengan baik, disamping itu pula monitoring control for prevention (mcp) komisi pemberantasan korupsi (kpk) yang merupakan sistem monitorong dan evaluasi  perbaikan tata kelola pemerintahaan dan penyelamatan keuangan dan aset daerah dari aspek perencanaan dan penganggaran apbd, baru-baru ini menempatkan kabupaten buol berada pada urutan terbaik ke dua se sulawesi tengah

Tangal 1 desember 2019 yang menyebutkan adanya kasus kluster pneumonia dengan etiologi yang tidak jelas di kota wuhan, provinsi hubei, china. kasus ini terus bertambah parah hingga akhirnya diketahui bahwa penyebab kluster pneumonia ini adalah novel coronavirus. dimana kasus ini terus berkembang hingga adanya laporan kematian dan terjadi importasi di luar china. Menyikapi hal tersebut pernyataan resmi world health organization (who) yang menyatakan covid-19 sebagai pandemi global, serta didukung dengan pernyataan resmi presiden republik indonesia yang menyatakan penyebaran covid-19 sebagai bencana nasional (bencana non-alam). pernyataan sebagai pandemi global merupakan suatu isyarat bahwa dalam menghadapi pandemi ini segala focus kebijakan yang dilakukan suatu negara harus memprioritaskan kebijakan penanganan kesehatan dibandingkan kebijakan politik maupun ekonomi .

Pencegahan dan pengendalian covid-19 harus ditempatkan pada prioritas yang paling utama dalam segala kebijakan pemerintahan daerah. dinas  kesehatan pada semua tingkatan/level harus mengikuti petunjuk pemerintah pusat sebagaimana keputusan presiden  nomor 7 tahun 2020 tentang gugus tugas percepatan penanganan corona virus disease 2019 (covid-19) untuk memperkuat pedoman kerja pencegahan dan pengendalian epidemi local dan membentuk tim pencegahan dan pengendalian covid-19 di kabupaten buol maka intervensi kebijakan pemerintahan daerah dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian   meliputi
tindakan langsung pencegahan dan pengendalian : 1) pelacakan dan manajemen kontak, 2) mitigasi untuk keluarga dan komunitas /pengelompokkan orang, 3) pencegahan dan pengendalian infeksi Presiden republik indonesia melalui instruksi presiden  republik indonesia nomor 4 tahun 2020 memerintahkan pertama, agar kementerian/lembaga untuk mengutamakan penggunaan alokasi anggaran yang telah ada untuk kegiatan-kegiatan yang mempercepat penanganan covid-19 (refocussing kegiatan, dan realokasi anggaran) dengan mengacu kepada protokol penanganan covid-19. instruksi presiden yang kedua terkait dengan percepatan refocussing kegiatan dan realokasi anggaran melalui mekanisme revisi anggaran dan segera mengajukan usulan revisi anggaran kepada menteri keuangan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. percepatan ini memiliki fungsi sebagai bentuk dukungan masing-masing kementerian/lembaga dengan merumuskan program dan kegiatan yang mendukung percepatan penanganan wabah covid-19. kebijakan yang cepat akan mengurangi dampak yang disebabkan oleh pandemi atau wabah tersebut.

Pemerintah daerah kabupaten buol telah melaksanakan refocussing kegiatan dan realokasi anggaran tahap pertama khususnya belanja daerah pada anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2020, yakni anggaran sebelum penyesuaian sebesar rp.1.024.410.494.000,00,-, kemudian setelah penyesuaian menjadi sebesar rp.1.026.606.534.000,00, sehingga persentase penyesuaian menjadi sebesar – 0,21 persen penggunaan belanja daerah untuk kebutuhan penanganan covid-19 hasil refocussing kegiatan dan realokasi anggaran tahap pertama sebesar rp.55.846.868.838,16,- dengan rincian penggunaan sebagai berikut: 1) belanja bidang kesehatan dan hal-hal lain terkait kesehatan dalam rangka pencegahan dan/atau penanganan covid-19 sebesar rp.27.998.842.950,00,-; 2) penyediaan jaring pengaman sosial rp.7.669.040.000,00,-; dan 3) penanganan dampak ekonomi rp.20.178.985.888.16,-

selanjutnya, dilaksanakan refocussing kegiatan dan realokasi anggaran pada tahap kedua khususnya belanja daerah pada anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2020, yakni anggaran sebelum penyesuaian sebesar rp.1.024.410.494.000,00,-, kemudian setelah penyesuaian menjadi sebesar rp.833.401.145.033,52,-, sehingga persentase penyesuaian menjadi sebesar – 18,65 persen penggunaan belanja daerah untuk kebutuhan penanganan covid-19 hasil refocussing kegiatan dan realokasi anggaran tahap kedua sebesar rp.71.890.490.201,48,- dengan rincian penggunaan sebagai berikut: 1) belanja bidang kesehatan dan hal-hal lain terkait kesehatan dalam rangka pencegahan dan/atau penanganan covid-19 sebesar rp.29.469.278.500,00,-; 2) penyediaan jaring pengaman sosial rp.17.212.767.570,00,-; dan 3) penanganan dampak ekonomi rp.25.208.444.131,48,- keberhasilan penanganan covid 19 di Kab. Buol mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat berupa dana insentif daerah sebesar rp.11.252.470.000
sementara juga di bidang penanganan pasca bencana pemerintah daerah mengalokasikan dana sebesar rp. 15.457.500.000 untuk penanganan pasca bencana desa harmoni, lintidu, boilan  dan desa bungkudu.

Demikianlah garis-garis besar capaian/gambaran  pembangunan yang telah kita laksanakan  selama tiga tahun pemerintahan yang dapat kami sampaikan pada sidang paripurna istimewa ini. kepada semua pihak sekali lagi kami menyampaikan penghargaan dan terimakasih yang tulus atas dorongan semangat, koreksi dan kritik yang ditujukan kepada kami pihak eksekutif dalam mengemban amanat, tugas pemerintahan dan pembangunan selama ini. kepada pimpinan dan anggota dewan saya berharap agar informasi dan keterangan yang kami sampaikan ini dapat menjadi bahan evaluasi dan koreksi terhadap pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

kepada pendahulu dan para pendiri (founding father) kabupaten buol terkhusus alm. ir. abdul karim mbouw sebagai bupati buol pertama di kabupaten buol, dengan hormat saya bupati buol dan seluruh masyarakat menyampaikan terima kasih atas jasa dan pengabdian terbaik kepada daerah kabupaten buol yang sama sama kita cintai dan banggakan. semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi allah swt.

Turut menghadiri upacara HUTDA Kabupaten Buol -21,Wakil Bupati H.Abdulah Batalipu,S.Sos,M.Si, Ketua DPRD Srikandi Batalipu, S.Sos, Dandim1305/BT Letkol.Inf Farid Yudis Purwanto, Danlanal Buol dan Tolitoli, Letkol.Laut (P) Bayu Dwi Wicaksono, Kapolres Buol, AKBP Dieno Hendro Widodo,S.IK,Kajari Buol, Chandra Purnomo, SH.MH, Ketua Pengadilan Negri Buol, Lukman Akhmad, SH serta undangan lainnya.

Selanjutnya pelaksanaan syukuran Hari Jadi Kabupaten Buol di laksanakan di Taman Kota di rangkaikan dengan penyerahan hadiah dan penghargaan mengakhiri seluruh rangkaian perayaan HUTDA Ke 21 Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi Tengah.

Liputan : Husni Sese

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed