oleh

Mukmin Syarifuddin Minta PJ Bupati Buton Utara Kawal Netralitas ASN Demi Terwujudnya Pilkada Demokrtis

TOPIKTERKINI.COM – BUTUT | Ditunjuknya PJ. Bupati butur baru-baru ini merupakan rahmat tersendiri bagi masyarakat Buton Utara dalam memasuki perhelatan pilkada butur 9 desember 2020. Sebab, ini akan menjadi momentum sejarah butur jika PJ.Bupati Butur dapat melahirkan situasi yang netral bagi ASN yang akhir-akhir sangat telanjang mempertontonkan etika bernegara yang dilanggar secara total dan cenderung akstrim bagi Pemerhati Demokrasi, Mukmin Syarifuddin, yang mengirimkan prees releasnya melaluo WA, Sabtu 17 Oktober 2020.

Bagi Mukmin, press release yang dikirimkan keberbagai media, tepat tanggal 17, merupakan simbol momentum kemerdekaan demokrasi yang serupa dengan penanggalan kemerdekaan Negara Republik Indonesia.

Mukmin Syarifuddin, S.Sos, M.Si, eks dosen Universitas Darussalam Ambon (2013-2016), yang masih terdaftar sebagai mahasiswa Programa Doktor Pengembangan Sumber Daya Masyarakat Pesisir dan Pulua-Pulau Kecil, Sarjana Ilmu Administrasi Negara. Yang sekarang aktif sebagai pegiat demokrasi, menyatakan ” saya percaya bahwa PJ.Bupati Butur akan dapat menghadirkan esensi roh berbangsa dan berbangsa yang penuh etika disiplin bagi ASN yang wajib mematuhi Undang-Undang dan segala peraturan yang ada, dengan mengingatkan serta memberi teguran bahkan kalau perlun saknsi keras, terhadap prilaku oknum ASN yang seharusnya tampil sebagai sosok “Pahlawan Demokrasi”, dengan tidak ikut-ikutan, apalagi terang-benderang dihadapan publik seolah politisi yang terlibat selaku tim pemenangan bagi salah satu pasangan calon kepala daerah diwilayah Kabupaten Buton Utara Provinsi Sulawesi Tenggara”,

Padahal menurut MSY, sapaan akrabnya oleh awak media “ASN itu adalah ibaratkan sosok penyelamat “malaikat nyata didunia”, bagi kehidupan masyarakat. Sebab dipundaknyalah tanggungjawab mulia untuk menuntun, mengarahkan masyarakat menuju kehidupan yang berprikemanusiaaan dan berprikeadilan”.

Apabila ASN tega dan bermain politik praktis dengan terang-terangan, maka itu selain melanggar aturan, juga sudah keluar dari ruang kemuliannya yang sebagai sosok pahlawan bagi masyarakat. Padahal dalam proses pesta demokrasi seharusnya ASN menjadi pengawal hati nurani masyarakat, tidak menjadi pèngganggu apalagi perusak. Sehingga esensi ASN akan tampil sebagai Pahlawan Demokrasi. Terlebih ditengah pandemi covid-19. Bukan sebaliknya, malah meniadi penindas dan penghancur esensi kemanusiaan, dengan ikut memanfaatkan tugas dan fungsinya mengayomi, melayani masyarakat”.

Oleh karena itulah, Mukmin yakin ASN Buton Utara tidak ada yang keluar dari hakikat ASN yang merupakan simbol nyata keberadaan negara ditengah kehidupan sosial kemasyarakatan dimanapun diwilayah NKRI, terutama di Butur.

Apabila ada ASN yang selama ini terlanjur muncul dan memperlihatkan dirinya sebagai pendukung salah satu pasangan calon Kada, itu hanyalah kekhilafan sesaat saja. Dan setelah itu akan menempatkan dirinya, sebagai bagian yang menyatu dengan hati nurani, kehendak masyarakat, tangisan masyarakat Butur, untuk hadirnya pemimpin yang lebih baik saat hari pencoblosan 9 Desember 2020. Tutur Mukmin

Apalagi dengan hadirnya PJ. Bupati Butur yang baru, MSY yakin 100% ASN di Butur akan dinetralkan dari aktifitas nyata politik pilkada. Apabila itu dilakukan, maka sejarah kehidupan di Butur, akan mencatat nama PJ Butur sekarang, sebagai pahlawan demokrasi penyelemat hati nurani masyarakat butur dikemudian hari, tambah Mukmin

Sehingga, Mukmin Syarifuddin, mengharapkan kepada PJ, Bupati Butur agar tidak segan menata, bahkan memberi sanksi tegas. Misalkan ada Plt. Kades, yang sudah membuat suasana kebatinan, sikologis di desa yang kurang lebih ada 40 an, agar dicopot dari jabatan Plt Kades. Sebab, menurut pengamatan didesa, masyarkat sangat resah dengan ulah beberapa Plt. Kades, mulai dari mengarahkan warga kepada salah satu pasangan calon kepala daerah, dengan sedikit ancaman atas bantuan sosial dari pemerintah pusat”,

Hal itulah yang Mukmin sebut sebagai penjajah baru zaman millenial. Bahkan, bisa dikategorikan pelanggaran terhadap prinsip prilaku yang berprikemanusiaan. Atau kejahatan kemanusiaan. Karena negara hadir untuk menyelamatkan warga negaranya, supaya merdeka dari kesusahan hidup dimasa pandemi, malah dibajak, dicederai oknum ASN Plt. Kades. Kalau sudah seperti itu Pj. Bupati Butur harus tegas mencopot oknum Plt Kades yang bersangkutan.

Diakhir press releasnya, Mukmin berharap, rentang waktu kurang lebih 2 bulan masa jabatan PJ. Bupati Butur, sangat diharapkan untuk menjadi momentum bersejarah bagi kemerdekaan warga butur, dari gangguan semua oknum yang berjiwa mental rusak, jahat, dengan hadirnya ketegasan dan keberanian atas penindasan, pengekangan terhadap Plt.Kades yang berimbas kepada hal rakyat yang semestinya diterima tanpa ada ancaman.

Saatnya rakyat Butur, bersatu dan memerdekakan diri untuk menentukan pilihan pemimpinya pada pilkada 9 desember 2020 mendatang. Jangan kalah, menyerah apalagi takut hanya karena intimidasi, ancaman kata-kata dari oknum penjahat kemanusiaan, MERDEKA….tutup Mukmin Syarifuddin, S.Sos, M.Si ( Ketua Solidarita Pemuda Kepton Diperantauan Pulau Sumatera)

Laporan: Jean Arsat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed