oleh

Tolak Alfamidi, Solidaritas Pedagang Bersama KPM KONUT Bakar Ban di Kantor DPRD

TOPIKTERKINI.COM – KONUT: Sepakat menolak kehadiran ritel modern berupa Alfamidi, Koalisi Pemuda Masyarakat Konawe Utara (KPM – KONUT) bersama Solidaritas Pedagang lakukan aksi demonstrasi dikantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Konawe Utara ( Konut ) Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa 20/10/2020 ).

Kehadiran sejumlah massa aksi tersebut di gedung kantor DPRD awalnya menuai keributan, disaat sang orator menyerukan untuk membakar ban bekas, namun sesaat keributan segera meredah ketika salah satu unsur pimpinan DPRD I Made Taribuana yang juga menjabat wakil ketua II DPRD Konut menemui mereka.

Tolak Alfamidi, Solidaritas Pedagang Bersama KPM KONUT Bakar Ban di Kantor DPRD
Foto : Koordinator Aksi Budianto Maranu Saat Berorasi

Dalam orasinya Budianto Maranu menegaskan bahwa ” Secara tegas kami sampaikan bahwa kami mewakili Solidaritas Pedagang sangat menolak kehadiran Alfamidi dikonawe utara, apapun bentuknya, dikarenakan hal tersebut sangat mengancam perekonomian pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM ) yang terancam tutup.

Lanjut dalam orasinya ia sampaikan ” dalam pendiriannya ritel modern tersebut seharusnya membutuhkan berbagai macam unsur kajian, salah satunya itu analisis mengenai dampak lingkungan yang ditimbulkàn, sehingga dalam pendiriannya ini sangat bertentangan dengan Peraturan Presiden ( Perpres ) Nomor 112 Tahun 2007 Bab IV Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern “.

” Olehnya itu kami berharap Pemerintah Daerah ( Pemda ) Konut segera menerbitkan Peraturan Daerah terkait pendirian ritel modern tersebut ” tutupnya.

Foto : Solidaritas Pedagang Konawe Utara
Foto : Solidaritas Pedagang Konawe Utara

Disela – sela aksi demonstrasi tersebut salah seorang pedagang bernama Ansar, yang sempat dikonfirmasi mengatakan ” kami sangat menyayangkan jika alfamidi tersebut dikonut di berikan ruang maka yakin dan percaya ini akan sangat merugikan pelaku UMKM, karena hal tersebut bukan lagi bersifat rahasia, sebab di daerah lain sudah banyak Toko – toko kecil yang tutup “.

Dalam kesempatan yang diberikan I Made Taribuana menjelaskan bahwa ” kami sudah mencoba mengkonfirmasi Dinas Perizinan dan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi ( Perindakop ) yang kemudian telah mendapatkan jawaban bahwa belum memberikan izin perdagangan, yang ada hanya Izin Mendirikan Bangunan ( IMB ), tetapi bentuknya berupa individu “.

Masih I Made Taribuana ” jadi untuk hal pendirian alfamidi tersebut tentunya kami akan sangat menolak, karena izin juga ini terkait pendapatan daerah kita, yang jelas kajian yang cukup mendasar adalah tingkat kesejahreaan perekonomian masyarakat, selanjutnya hal tersebut akan kami agendakan kembalì Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) bersama seluruh pihak ” tutupnya.

Untuk diketahui rencana manajemen Alfamidi membuka ritel modern tersebut dugaan sementara ada dua titik di Konut yaitu diwilayah Kecamatan Andowia dan Molawe.

Laporan : Endran Lahuku

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed