oleh

Lagi, Laka Kerja di PT. Huadi Dua Warga Asing Tewas

TOPIKterkini.com–Bantaeng: Insiden kecelakaan kerja kembali terjadi, kali ini menimpa 2 orang Tenaga kerja asing PT. Huadi Nickel Aloy, Desa Papan Loe Kecamatan Pa’jukukang, Minggu 8/11/2020.

Menurut sumber yang layak dipercaya, Pabrik Nickel Huadi yang tengah membangun tambahan tungku terpaksa kembali menghentikan proses pembangunan pasca kecelakaan kerja yang mengakibatkan tewasnya dua orang tenaga ahli konstruksi baja asal Cina, masing-masing Lin Baicheng (24) tewas di TKP, sedangkan Zhang Jiang (44) juga meninggal setelah sempat mendapatkan perawatan di IGD RSUD Anwar Makkatutu, sedangkan Rizal Operator alat crane, kakinya terkilir setelah berusaha meninggalkan alatnya saat melihat seling penggantung besi baja terputus.

Insiden itu terjadi saat beam H seberat 3,8 ton akan dipasang ketempatnya. Dengan bantuan alat berat jenis crane yang dioperasikan Rizal besi tersebut diangkat diketinggian sekira 18 meter dari permukaan tanah untuk dipasang baut pengikat baja beam.

Belum sempat memasang baut, Sekira pukul 14.35 Wita seling pengikat besi baja seberat 6,8 ton itu putus, dua tenaga ahli yang sedang berada dikedua ujung baja beam ikut jatuh bersamaan jatuhnya besi beam tersebut, akibatnya nyawa Lin Baicheng tak dapat diselamatkan sedangkan Zhang Jiang, setelah mendapatkan pertolongan pertama langsung dilarikan ke RSUD Anwar Makkatutu namun tak lama di ruang IGD Zhang Jiang menyusul rekannya yang lebih dahulu tewas di TKP, sampai berita ini ditayangkan belum ada informasi resmi penyebab utama tewasnya dua TKA itu.

Sementara Kapolres Bantaeng melalui Paur Humas Polres Bantaeng Aipda Sandri yang dihubungi via ponselnya Senin (9/11)siang, membenarkan insiden kecelakaan kerja yang menewskan dua tenaga asing di kompleks PT Huadi Nickel Aloy.

“Kecelakaan kerja yang terjadi kemarin di Kompleks PT Huadi dua tenaga asing tewas dan masih dalam proses olah TKP bersama tim Inafis” kata Aipda Sandri.

Sementara itu, pejabat Binwasnaker dinas ketenaga kerjaan Sulsel Andi Sukri via ponselnya juga masih menunggu petunjuk dari provinsi, namun dia tidak menampik bahwa dirinya segera melakukan investigasi terkait kecelakaan kerja tersebut, sesuai kewenangannya.

Terkait dengan insiden sebelumnya yang juga menewaskan seorang Mahasiswa, lanjut Andi Sukri, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi perbaikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan pembenahan K3 itu, lanjut Andi Sukri, oleh PT Huadi langkah itu dilaksanakan oleh pihak ketiga. “sementara dalam proses pembenahan K3, namun insiden kecelakaan kerja kembali terjadi dilingkungan kerja PT Huadi”, terangnya.

Terkait tenaga kerja asing lanjut Andi Sukri, perlakuannya sama seperti tenaga lokal, bedanya hanya pada proses penguburan atau pemulangan TKA sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan yang mempekerjakan, sisa menunggu konfirmasi dari keluarga korban dipulangkan atau dikubur disini, tergantung hasil konfirmasi pihak Huadi dengan keluarga korban, tutupnya.

Baik Humas Lily maupun HRD PT Huadi Andi Rita, yang berusaha dikonfirmasi via ponselnya tidak dapat memberi keterangan setelah ponsel kedua pejabat PT. Huadi itu tidak dijawab.
Laporan : Armin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed