oleh

Bedah buku Sanja Mangkasara “Attayang Ri Masunggua” karya Syahril Patakaki Dg Nassa

TOPIKTERKINI.COM – MAKASSAR: Gelaran “Ini Bukan Festival” salah satu kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah bedah buku Sanja Mangkasara “Attayang Ri Masunggua” karya Syahril Patakaki Dg Nassa, yang menghadirkan Dr Kembong Daeng, sebagai pembahas dan Dr Asis Nojeng, sebagai moderator. Diselenggarakan di Etika Studio, Jln Tamalate I Makassar, mulai 15-21 November 2020.

Acara bedah buku dan pembacaan karya sastra ini dihadiri antara lain oleh antropolog dan budayawan, Dr Halilintar Latief, aktivis LSM, Asmin Amin, serta sejumlah penulis dan penyair. Kembong Daeng, menyebut puisi bebas dalam bahasa Makassar ini merupakan pengembangan sastra Makassar.

Selama ini sastra Makassar hanya mengenal, antara lain royong, doangang, kelong-kelong, sinrilik, pakacaping, tulikiama, dondo dan toeng bambo. Dia menyebut, kelebihan dari buku yang ditulis Syahril Patakaki karena disertai aksara lontarak.

“Secara keseluruhan, saya sangat terharu terhadap isi buku puisi ini. Karena banyak kosa kata yang digunakan sudah jarang dipakai, baik dalam penuturan maupun penulisan,” kata Ketua Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah JBSI-FBS UNM tersebut.

Sementara Dr Halilintar Latief, salut atas penyelenggaraan event ini yang mengindikasikan antusiasme orang berkesenian. Namun event ini juga mengingatkan bahwa warga membutuhkan gedung kesenian yang representatif.

“Karena kalau kota ini mau jadi kota dunia, indikatornya hanya tiga, yakni museum, perpustakaan dan gedung kesenian, bukan mal dan pusat-pusat perbelanjaan,” pungkasnya.

(rk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed