oleh

Lecehkan Anak Dibawah Umur, Oknum Satpol PP Bantaeng Dipolisikan Istri

TOPIKterkini.com–Bantaeng: Seorang anak sebut saja Bunga (7), warga Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Prov. Sulsel menjadi korban nafsu bejat Oknum anggota Satpol PP Bantaeng, berinisial SS (27).

Ps. Paur humas Polres Bantaeng Aiptu Sandri menuturkan peristiwa ini kepada awak media melalui pesan tertulisnya, Jum’at, 25/12/2020.

Peristiwa yang berawal pada hari rabu tanggal 23 desember 2020, pukul 15.30 wita. Bunga yang sering menginap dikediaman kakak perempuannya HP (20) yang juga adalah istri dari pelaku SS, pada hari itu disaat HP sedang berada diluar rumah, bunga mengalami tindak kekerasan seksual dari SS.

Aksi bejat itu terungkap setelah korban Bunga mengadukan perlakuan SS kepada kakaknya HP(pelapor), saat tiba dirumah.

“korban NR mengadukan peristiwa yang telah dialaminya kepada kakaknya bahwa dirinya telah mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh pelaku SS” tutur Sandri.

Mendapat laporan dari korban, HP langsung membawa korban Bunga ke Rumah sakit dan sempat dilakukan perawatan medis. Selanjutnya pada hari Kamis 24/12, pukul 19.30 Wita. HP melaporkan peristiwa yang dialami adiknya ke Mapolres Bantaeng dengan nomor Laporan : LP-B / 320 / XII / 2020 / RES. BANTAENG.

Tidak berselang lama setelah menerima laporan. Pada hari jumat tanggal 25 Desember 2020 Pukul 01.30 WITA unit Resmob Polres Bantaeng, melaksanakan penyelidikan, pulbaket dan mendapatkan informasi jika pelaku sementara berada di rumahnya yang beralamat kp. Jagung kel. Malilingi Kec. Bantaeng Kab. Bantaeng Unit resmob pun langsung menuju tempat yang telah di tunjukkan oleh informan dan benar pelaku semantara berada di rumah tersebut, tanpa perlawanan pelaku SS diringkus polisi, selanjutnya pelaku diamankan di polres Bantaeng dan pada saat di lakukan interogasi dan pemeriksaan yang bersangkutan mengakui semua perbuatannya.

Atas perbuatan tidak senonoh yang dilakukan, SS terancam hukuman penjara dan denda.

Pasal 81 ayat 1 jo pasal 76d UU RI no 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No 1 Thn 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentangg perlindungan anak.

Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
Laporan : Armin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed