oleh

Pelayanan Terbatas, Bayi Meninggal Sebelum Terlahir

TOPIKterkini.com–Bantaeng: Dugaan penanganan terlambat janin puteri, lelaki Roa bin Golo (37), warga Pa’lingang, Desa Borong Loe, Kecamatan Pa’jukukang, meninggal sebelum menatap dunia, Senin 28/12/2020.

Raut wajah sedih ditinggal putrinya yang belum sempat lahir, bercampur kecewa atas pelayanan RSUD Prof. Anwar Makkatutu, terlihat saat disambangi pewarta dikediamannya, Selasa 29/12/2020.

Menurutnya, pihak Rumah Sakit tidak memberi pelayanan maksimal terhadap janin putrinya yang diharapkan kelahirannya dengan selamat Senin kemarin.

Puteri ketiga yang dinantikan terlahir ke dunia, meninggal di dalam perut ibunya. Pasalnya, diduga terlambat ditangani di RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng.

Roa juga menuturkan, bayinya ini diharapkan menjadi pelipur lara keluarga kecilnya. Karena puteri pertamanya yang sudah berumah tangga selama tiga tahun meninggal sebelum memberikan cucu kepadanya.

Dengan berderai air mata, Roa mulai bertutur, yang diawali sejak Jum’at (25/12), isterinya memasuki ambang melahirkan, dia membonceng isterinya, Irawati binti Tansi (29) menuju rumah bidan desanya.

Setelah diperiksa, lanjutnya. bidan desa menelpon ambulance untuk mengantar Ira menuju rumah sakit, pada hari itu juga. Karena rumah sakit memberlakukan pembatasan keluarga pasien, Roa tidak ikut mendampingi isterinya.

Sayangnya, kata Roa, selama dua malam berada di rumah sakit, isteri saya belum dioperasi. Nanti, kata dia lagi, datang bidan desanya marah-marah, barulah isterinya dibawa masuk kamar operasi pada hari ketiga, Senin (29/12), pukul 18.00 wita.

Selanjutnya, masih kata Roa, pukul 20.00 wita Roa dipanggil pihak Rumah sakit untuk mengambil jenazah bayinya dan langsung membawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Kepala Bidang Pelayanan Medik, dr Hikmawaty, yang dikonfirmasi, Selasa (29/12) sore tadi, membantah bahwa tidak benar terlambat dilayani.

Selama dua hari keberadaan Ira, tim medis melakukan observasi untuk mengetahui kondisi ibu dan anak tersebut. “Kita semua ketahui sejak dua pekan lalu, kami telah umumkan sejumlah tenaga kesehatan terkonfirmasi Covid-19” kata dr Hikmah yang dikonfirmasi via ponselnya. Salah seorang lanjutnya, telah selesai menjalani isolasi. yang satu lagi, sampai saat ini masih menjalani isolasi, tambahnya.

Perlu diketahui, masih kata Hikma, bumil tersebut masuk pasca pembatasan pelayanan akibat sejumlah tenaga medis baru selesai mejalani masa isolasi mandiri setelah terkonfirmasi positif Covid-19, kata Hikma.

Dikemukakan Hikma, pihaknya sudah mengupayakan agar Ira melahirkan secara normal. Namun hasil pemeriksaan medis, diketahui ada gawat janin.

Sehingga, kata dia, bayinya tidak bisa diselamatkan. “Selama masa observasi komunikasi dan koordinasi terus dilakukan via telpon maupun WA hingga senin kemarin diketahui, ada gawat janin. Gawat janin ini terjadi karena proses persalinan yang lama”,pungkasnya.
Laporan : Armin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed