oleh

Masyarakat Batui Tolak Tambang, Investasi Tambang Ancam  Lahan Pertanian dan Air Bersih

TOPIKTERKINI.Com, BANGGAI – Aksi penolakan masuknya investasi tambang nikel di Kecamatan Batui  Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah terus berlanjut disuarakan oleh Forum Masyarakat Batui Tolak Tambang (Batong), Sabtu (16/1/2021) sekitar Pukul 09.25 Wita, melakukan aksi Damai berupa long marc dengan menyasar sejumlah desa dan keluarahan di Kecamatan Batui.

Aksi berupa Konvoi kendaraan sambil berorasi itu, bertujuan mengajak masyarakat untuk bersama melakukan penolakan investasi tambang yang masuk di Batui dan Batui Selatan.

Korlap aksi Ahmad Agung Nugroho, dalam orasinya menyampaikan, masuknya tambang hanya akan berdampak buruk terhadap masyarakat, aktivitas tambang Nikel dan Emas serta Batu Bara yang rencananya akan menggarap hutan Batui, Batui Selatan hanya akan berdampak pada terganggunya sumber air.

Buruknya lagi, masuknya tambang di Batui tertutup, oleh Pemerintah Kabupaten Banggai sampai pada tingkatan pemerintah Kecamatan Batui, tidak transparansi dalam pengurusahan tahapan, hal ini pemerintah habya membawa kekecawan terhadap masyarakat. Salah satu contoh, konsultasi publik dilakukan oleh pemrakarsa hanya dihadiri enam orang. Padahal hal ini seharusnya melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Sebab, Dampak tambang bukan hanya dirsakan  oleh segelintir orang, namun bisa saja menimbulkan oleh banyak dampak. Salah satunya adalah Lahan pertanian padi sawah, sumber air bersih akan menjadi ancaman bagi masyarakat Batui dan Batui Selatan.

Senada diungkap Sugiarto Adjadar, hadirnya investasi di kecamatan Batui, mulai dari LNG, PAU, JOB, juga tidak memberikan efek baik persoalan persoalan kecil. Belum terlepas dari itu, saat ini investasi tambang telah masuk wilayah Batui.

Terbitnya izin tambang hanya akan merugikan seluruh masyarakat, dibeberapa daerah yakni wilayah Desa Mayayap, Kecamatan Bualemo, aktivitas tambang telah mencemari sumber air, mengakibatnya lahan persawahan dan air bersih warga Desa Mayayap terganggu. Masyarakat kesulitan air bersih begitu juga lahan pertanian padi sawah ikut terganggu.

Rifat Hakim menyebutkan, investasi pertambangan tentunya hanya akan menggangu sumber pertanian dan air bersih di wiyayah Batui dan Batui Selatan, dua kecamatan merupakan daerah lumbung Pangan Beras. Tentusaja dengan axanya aktifitas tamvang akan menggangu volume air dan mencemari lahan pertanian serta air bersih.

Aksi damai Batong, star dari Bonua Revolusi Dusun IV, Kelurahan Tolando, menuju Dusun Noge, Desa Kayoa, sekitar pukul 10.30 Wita masa aksi menuju Desa Uso dan lanjut ke Pasar Batui aksi berakhir pukul 12.00 Wita. Aksi damai tersebut mendapat pengawalan dari puluhan personil gabungan TNI Koramil 1308 – 03/ Batui dan Polsek Batui.

Liputan: Amad Labino

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed