oleh

Ribuan Petani Rumput Laut di Bantaeng Menjerit, Kerugian Ditaksir Puluhan Milyard

TOPIKterkini.com–Bantaeng: Cuaca buruk menghadapi peralihan musim yang melanda masyarakat pesisir pantai Kabupaten Bantaeng tidak hanya membuat nelayan enggan melaut, petani rumput laut disepanjang pesisir pantai Kabupaten Bantaeng ikut merugi Milyaran rupiah.

Dua Ribuan pembudidaya rumput laut yang tersebar disepanjang pesisir pantai diwilayah 3 Kecamatan mengalami kerugian tidak kurang dari 3 sampai 4 jutaan. Seperti yang dikeluhkan salah seorang petani rumput laut kelurahan Lamalaka Suardi, Kamis 21/1/2021.

“Untuk seorang petani rumput laut saja itu tidak kurang dari 100 bentang” ungkap Suardi. Biaya yang dikeluarkan itupun tidak kurang dari 3 Jutaan setiap petani, jika jumlah petani 2 ribuan maka kerugian yang diderita petani rumput laut di Kabupaten Bantaeng tidak kurang dari 6 Milyard bahkan mungkin puluhan Milyard, ucap Suardi.

Dia juga berharap uluran tangan pemerintah terutama pengadaan bibit, pasalnya sudah tidak ada lagi tanaman rumput laut yang dapat diharapkan untuk dijadikan bibit, pungkasnya.

Ditempat yang sama Koordinator BKM Kelurahan Lamalaka Aidil Adha berharap pemerintah Kabupaten Bantaeng terkhusus Bupati Bantaeng untuk memberi perhatian atas jeritan ribuan warganya.

“Masyarakat butuh perhatian pemerintah, khususnya Bupati terkait persoalan petani rumput laut” ungkap Aidil Adha

Menurut Aidil yang juga adalah Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kab. Bantaeng, perhatian pemerintah terhadap petani rumput laut masih kurang, pasalnya sudah beberapa tahun yang lalu petani rumput laut ini sudah ada di Bantaeng namun pemerintah belum memiliki tempat pembibitan (penangkaran).

“Sudah beberapa tahun ini, Ribuan masyarakat pesisir membudidayakan rumput laut, namun sampai saat ini belum ada tempat pembibitan yang dimiliki pemerintah” ungkap Aidil.

Bahkan lebih jauh dikatakan Aidil, dibeberapa titik pantai itu sudah mengalami Abrasi sehingga nelayan maupun pembudidaya rumput laut sudah kesulitan tempat penambatan perahu yang aman dari terjangan ombak, pungkasnya.

Sekretaris dinas Perikanan dan Kelautan Bantaeng Ahmad Yani, mengakui gagal panen yang dialami sebahagian bahkan mungkin seluruh pembudidaya rumput laut di tiga kecamatan pesisir mengalami masalah yang sama, disebabkan adanya peralihan cuaca, hal ini dikatakan Ahmad Yani yang ditemui pewarta diruang kerjanya Kamis (21/1)

“jika nanti hasil kajian kami gagal panen yang dialami pembudidaya rumput laut masuk kategori Force Majeure, maka masalah ini kami laporkan ke Pimpinan sebagai penentu kebijakan” jelas Yani.

Menurut Irwan Penyuluh budi daya rumput laut yang turut mendampingi Ahmad Yani menjelaskan bahwa penyakit yang menyerang rumput laut itu adalah penyakit Ice-ice, “penyakit ini menyerang batang dari rumput laut itu, akibatnya rumput layu menjadi putih” jelasnya. penyakit seperti ini tambah Irwan, menyerang disetiap peralihan musim, tambahnya.

Sebagai solusi lanjut Irwan, pembudidaya rumput laut sebaiknya menunda penanaman setiap menjelang peralihan musim agar terhindar dari penyakit itu(Ice-ice, Red), tambahnya.

Ditanya soal upaya pemerintah membantu pembudi daya rumput laut, Ahmad Yani tidak ingin berjanji namun pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin agar dapat membantu meringankan beban kerugian yang diderita pembudi daya rumput laut.

“Masalah ini butuh kajian untuk menetapkan status force majeure terhadap masalah yang dihadapi pembudidaya rumput laut” jelas Sekretaris Dinas Ahmad Yani.

Kemungkinan itu (bantuan pemerintah, red) tetap terbuka namun kami tidak berani menjanjikan, itu kebijakan pimpinan, pihak kami hanya mengkaji dan menyampaikan hasil kajian itu kepimpinan, pungkasnya.
Laporan : Armin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed