oleh

Pencemaran Sungai Mayayap Diduga Berasal Dari Lokasi Pengambilan Ore PT. IMNI

TOPIKTERKINI.Com,BANGGAI – Guna menjawab keluhan masyarakat Desa Mayayap dan Trans Mayayap, terkait pencemaran aliran sungai induk Mayayap.

Pemerintah Kecamatan Bualemo bersama aparat dari dua desa meninjau langsung lokasi pengambilan material bijih nikel milik PT. Integra  Mining Nusantara Indonesia (IMNI) di Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Senin pagi (25/1/2020).

Dari hasil peninjauan tempat pengambilan Ore, tim menemukan limbah material berupa tanah diduga telah mencemari anak sungai yang berhubungan dengan sungai induk Mayayap, pencemaran itu yang didugaa telah menyebabkan perubahan kwalitas air.

Untuk mengindari terjadinya dampak yang lebih fatal, Camat Irfan Milang menyarankan ke PT. IMNI untuk segera mungkin mengambil langkah, agar materail tersebut tidak lagi mencemari anak sungai.

“saya sarankan agar perusahaan segera mungkin ambil langkah untuk menghindari pencemaran yang lebih fatal lagi dan dapat menganggu kwalitas air” kata Camat Irfan Milang dilokasi peninjauan.

Menyikapi permintaan itu, dari pihak perusahaan menyampaikan, akan memindahkan material ke lokasi yang berjauhan dengan titik pencemaran agar saat terjadi curah hujan tinggi material tidak lagi jatuh dan mencemari aliran anak sungai. ” kami akan memperbaikinya , setelah itu kita laporkan kembali ke pemerintah kecamatan dan pemerintah desa” kata HRD PT. IMNI

Amatan wartawan dilokasi pengambilan Ore Nikel, diduga kontraktor pelaksana kegiatan yang bergerak dipengambilan Ore, diduga kuat tidak mengikuti petunjuk kegiatan pengelolaan tambang yang ramah lingkungan.

Peninjauan itu di pimpin langsung oleh Camat Bualemo, Irfan Milang bersama Kades Mayayap, Imran, Kades Trans Mayayap Abdul Djalil, bersama aparat dan tokoh masyarakat dari dua.

LIPUTAN: AHMAD LABINO

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed