oleh

Koperasi Plasma KSMS Batui ‘Sakit’ Modal

TOPIKTERKINI.Com,BANGGAI – Koperasi Sawit Maleo Sejahtera (KSMS) bentukan perusahaan perkebunan PT. Sawindo Cemerlang kurang sehat. Penilaian itu disampaikan oleh Abu Sofyan kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasaan  Dinas Koperasi dan UKM Banggai.

Ia menyampaikan, rapat antara manager perusahaan PT. Sawindo, Ketua Koperasi KPSMS, petani plasma  dan sejumlah sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Rabu sore (4/3/2021) di kantor Dinas Tanaman Pangan , Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Banggai.

Disebutkan, KSMS masih aktif dan memiliki legalitas yang sah. Hanya saja KSMS tidak pernah melakukan apa yang menjadi kewajiban koperasi tersebut.

“legalitas hukum koperasi sah namun, permasalahan  muncul di belakang hari sejak tahun 2013 sampai sekarang tidak melakukan rapat anggota biasa maupun Rapat Anggota Tahunan (RAT)” kata Abu Sofyan

Menurutnya di Tahun 2019, ketua koperasi Nur Agama pernah menyambangi Dinas Koperasi dan UKM Banggai, kunjungan itu Nur Agmana menyampaikan, Koperasi yang dipimpinya berencana melakukan RAT. Tapi, rencana tersebut sampai dengan Tahun 2021 tidak pernah dilakukan, sehingga Koperasi KSMS dianggap tidak sehat.

“koperasi ini masih aktif karena masih bisa kita temui, alamat pengurusnya jelas, tapi kategori koperasi tidak sehat” ungkapnya.

Ia menambahkan, menanggagpi keluhan petani terkait dengan koperasi, ia menyarankan agar koperasi dilakukan rapat. Pentingnya rapat guna mendengarkan pertangungjawaban dari pengurus sejak bertugas.

“rapat tersebut dapat dilakukan atas permintaaan pengurus, kalau pengurus tidak melakukan, maka anggota dapat membuat usulan rapat luar biasa untuk membanahi, karena di koperasi itu kekuasaan tertinggi adalah rapat, disitu kkita mendengar rincian pertangungjawaban dari pada pengurus koperasinya dan pengawas apa yang mereka sudah lakukan semenjak bertugas” tuturnya.

Ia menyimpulkan, setelah mendengar kemelut dan persoalan yang terjadi  dikarenakan koperasi tidak pernah melakukan rapat.

“terkait dengan modal harusnya modal tersebut dari simpanan pokok dan simpanan wajib atau dana hibah serta dana lainnya. Sementara koperasi KSMS sendiri seperti laporan yang masuk memiliki dana sebesar Rp20juta rupiah. sehingga tinggal bagaimana koperasi tersebut mengelola modal, begitu juga dengan perusahaan bagiamana menghidupkan koperasi, jadi kesimpulannya Koperasi Sawit Maleo Sejahtera ini Sakit” tandasnya.

Nur Agama dalam rapat tersebut menyampaikan, Tahun 2020 pihaknya telah mendesak perusahaan dikarenakan Koperasi tidak memiliki dana.

“koperasi tidak punya uang, mo bayar apa itu operasional, pegawai, pengawas so tidak ada doi (uang – red), jadi saya sudah usulkan ke kantor pusat. eeehh, masuk bulan 2020 sudah ada Covid -19 abis doi” kata Nur Agama sambil di sahut dengan nada tertawa para petani yang menghadiri rapat itu.

Tambah Nur Agama, akibatnya Koperasi tidak bisa membiayai pengurus seperti humas, pengawas yang di pabrik yang di perkebunan.

Liputan: Amad Labino

Komentar

News Feed