oleh

Diduga Mucikari Prostitusi Online, Dua Perempuan Diciduk Polisi

TOPIKterkini.com–Bantaeng: Satreskrim polres Bantaeng menangkap 2 orang tersangka, 1 orang korban pelaku tindak pidana perdagangan orang melalui media sosial ‘Michat’ di Hotel Seruni jln Teratai, kelurahan Pallantikang selasa (30/3),

Kapolres Bantaeng AKBP Rachmad Sumekar saat menggelar jumpa pers di Lobi utama Mapolres mengungkapkan bahwa kedua tersangka berhasil ditangkap setelah salah seorang anggotanya menyamar sebagai pemesan jasa tersangka mucikari.

Dua tersangka mucikari prostitusi online media sosial Michat

“Satreskrim Polres Bantaeng menangkap kedua tersangka setelah melalui penyamaran salah seorang anggota Polres sebagai pemesan jasa mucikari” ungkap Rachmat di Mapolres Bantaeng Jalan Sungai Bialo, Kamis 1/4/2021.

Dua tersangka Perempuan, AA (26) warga kelurahan Balang Toa, dan Sa (26) Warga Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu, Jeneponto yang diduga pelaku mucikari dalam praktik prostitusi online aplikasi Michat.

Melalui aplikasi michat lanjut Kapolres, tersangka menawarkan seorang korban perempuan Ibu rumah tangga asal Kabupaten Gowa yang berinisial AS (40)  kepada laki-laki melalui aplikasi Michat dengan tarif Rp. 1.900.000.

Berdasar informasi itu, unit pidana khusus Satreskrim Polres Bantaeng yang dipimpin Kasat Reskrim AKP. Abd. Haris Nicolaus melakukan penangkapan setelah melalui penyelidikan tentang keberadaan pelaku dilakukan penyamaran sebagai pemesan, pelaku didapati pada hari Selasa pukul 22.00 di salah satu kamar lantai 2 Hotel di Jalan Teratai, sementara melakukan transaksi dengan seorang lelaki yang tak lain adalah anggota Polres.

Terduga kedua pelaku langsung diamankan bersama seorang perempuan yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang, selanjutnya pelaku dan korban berikut barang bukti diamankan di Mapolres Bantaeng untuk proses lebih lanjut.

Atas perbuatan melawan hukum Kapolres AKBP Rachmat Sumekar menyebut perbuatan tersangka telah memenuhi unsur-unsur delik dari pasal 2 ayat 1 dan 2, UU No. 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang

Satreskrim polres Bantaeng menangkap 2 tersangka pelaku tindak pidana perdagangan orang melalui media sosial ‘Michat’ di Hotel Seruni jln Teratai, kelurahan Pallantikang selasa (30/3),

Kapolres Bantaeng AKBP Rachmad Sumekar saat menggelar jumpa pers di Lobi utama Mapolres ungkapkan bahwa kedua tersangka berhasil ditangkap setelah salah seorang anggotanya menyamar sebagai pemesan jasa tersangka mucikari.

“Satreskrim Polres Bantaeng menangkap kedua tersangka setelah melalui penyamaran salah seorang anggota Polres sebagai pemesan jasa mucikari” ungkap Rachmat di Mapolres Bantaeng Jalan Sungai Bialo, Kamis 1/4/2021.

Dua tersangka, AA (26) warga kelurahan Balang Toa, dan Sa (26) Warga Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu, Jeneponto
yang diduga pelaku mucikari dalam praktik prostitusi online aplikasi Michat.

Melalui aplikasi micat lanjut Kapolres, tersangka menawarkan seorang perempuan Ibu rumah tangga asal Kabupaten Gowa yang berinisial AS (40) kepada laki-laki melalui aplikasi Michat dengan tarif Rp. 1.900.000.

Berdasar informasi itu, unit pidana khusus Satreskrim Polres Bantaeng yang dipimpin Kasat Reskrim AKP. Abd. Haris Nicolaus melakukan penangkapan setelah melalui penyelidikan tentang keberadaan pelaku dilakukan penyamaran sebagai pemesan, pelaku didapati pada hari Selasa pukul 22.00 di salah satu kamar lantai 2 Hotel di Jalan Teratai, sementara melakukan transaksi dengan seorang lelaki yang tak lain adalah anggota Polres.

Terduga kedua pelaku langsung diamankan bersama seorang perempuan yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang, selanjutnya pelaku dan korban berikut barang bukti diamankan di Mapolres Bantaeng untuk proses lebih lanjut.

Atas perbuatan melawan hukum Kapolres AKBP Rachmat Sumekar menyebut perbuatan tersangka telah memenuhi unsur-unsur delik dari pasal 2 ayat 1 dan 2 UU No. 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang subs pasal 12 undang-undang yang sama, dan atau pasal 506 yo Pasal 55, 56 KUHPidana, dengan ancaman hukuman minimal 3 Tahun dan maksimal 15 Tahun penjara dan denda 120 juta rupiah.

Dibagian akhir pada kesempatan itu Kapolres Rachmat Sumekar juga menghimbau kepada pengelola hotel maupun penginapan agar lebih selektif menerima tamu, untuk menghindari pasangan yang tidak syah, tandas Kapolres.

Laporan : Armin

Komentar

News Feed