oleh

Ajiep Padindang Adakan Safari Ramadhan dirangkaikan Launching Buku

TOPIKTERKINI.COM – MAKASSAR | Dr. H. Ajiep Padindang, SE, MM, adakan Safari Ramadhan yang merupakan kegiatan tahunan sebagai anggota DPD RI. Kegiatan ini diisi dengan dialog Ramadhan, peluncuran buku dan buka puasa bersama. Berlangsung di Café Red Corner Makassar, 02 Mei 2021 lalu.

Diikuti dari Jiep Community, Tagana, Karang Taruna Sulsel, Lapakkss, Akademisi dan Wartawan. Tetap mengedepankan protokoler kesehatan pakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak (3M).

Ajiep Padindang Adakan Safari Ramadhan dirangkaikan Launching BukuSafari ramadhan ini tentu dimaksudkan, selain sebagai aspek ibadah di bulan ramadhan, juga temu konstituen atau jaringan. Safari ramadhan pun telah dilakukan di daerah-daerah seperti parepare, sidrap, watampone, bone, dan bone bagian selatan. Hal ini dilakukan sekaligus sebagai anggota DPD agar memantau perkembangan penanganan covid di daerah.

Menurut Ajiep Padindang mengatakan, ada yang menjadi salah satu sorotan adalah, larangan angkutan daerah untuk beroperasi tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021 ini, khususnya pelarangan mudik,

“Sesungguhnya di satu sisi positif untuk mencegah penularan covid, tapi di sisi lain akan memunculkan angkutan-angkutan gelap,” sambung senator senayan periode ke dua..

Dalam dialog di sore itu yang dipandu Jamal Andi memberikan kesempatan dari berbagai kalangan, diantaranya Dr. Muhlis hadir juga memberikan pandangannya, menurutnya acara ini dilaksanakan di Bulan Ramadhan dan bertepatan dengan hari pendidikan, maka kita berbincang tentang hikmah ramadhan di tengah pandemi yang dikaitkan dengan kondisi pendidikan nasional.

Dr. Mukhlis sebagai ketua alumni Fakultas Ekonomi Bisnis UMI dan juga sebagai tim ahli di jiep community itu menyampaikan beberapa kata kunci sukses dalam ramadhan itu harus dipenuhi dengan iptek dan imtak. Bagaimana Dr. Muklis mengilustrasikan bahwa bagaimana proses penciptaan alam semesta sebagai sebuah seni. Penciptaan yang begitu teratur, yang begitu indah diciptakan oleh Allah SWT. Itu harus dimahkani bahwa ramadhan ini kita harus kembali kepada fitrah kita sebagai manusia.

Lain lagi pandangan, Dr, Sudirman Muhammadiah menyampaikan, bagaimana konteks pendidikan dan ramadhan ini. Bahwa puasa itu adalah pendidikan. Kita dilatih untuk menahan berbagai hawa nafsu, meninggalkan hal-hal yang tidak baik dan melaksanakan yang baik-baik, untuk selanjutnya 11 bulan berikutnya menjadi lebih baik lagi.

Sementara Dr. Ismail Rasulong, Akademisi Unismuh, juga menyampaikan hal senada. Bahwa puasa itu muatannya adalah pendidikan. Bagaimana kita dilatih untuk pengendalian diri.” Itu intinya,” katanya.

Dari Sekretaris Lapakkss, Rusdin Tompo menyeroti bahwa di era pandemi ini, pendidikan karakter di kalangan anak-anak ini terancam. Karena hanya dengan pendidikan daring, itu tidak ada interaksi sentuhan. Sehingga mengalami beberapa persoalan.

“Misalnya dinamika di dalam rumah tangga yang kadang menjadikan anak-anak sebagai korban. Dimana, bila hanya satu gawai (gadget/hp/alat komunikasi), yang kebetulan dikuasai oleh salah satu orang tuanya, sehingga anak tidak lagi sempat mengikuti kegiatan belajar. Maka pendidikan daring itu sangat tidak efektif dalam pembentukan karakter,” sambung mantan anggota KPI Sulsel.

Sebagai penutup menjelang buka puasa, penyair dan penulis buku, Amir Jaya, didaulat berpendapat sekaligus membacakan doa, menyampaikan bahwa semuua kejadian-kejadian ini tidak ada yang kebetulan, semua adalah skenario Allah SWT, termasuk hari ini kita bersilaturahmi, berdialog dan buka puasa bersama, semua telah digariskan dalam ketentuan Allah SWT.

Dalam rangakain acara Safari Ramadhandilakukan peluncuran buku “Membaca Perubahan Sosail dan Peradaban Baru”. Masing-masing diberikan kepada perwakilan Dr. Muklis (Akademisi UMI), Dr. Ismail Rasulong (Akademisi Unismuh), Dr. Sudirman (mewakili penulis dan akademsi), Mursalim Tahir (pekerja sosial), Dr. Nurlina Syahrir, M.Hum (akademsi UNM), dan kalangan media (pers).

Laporan: Rachim Kallo

Komentar

News Feed